Pengawas Nuklir PBB Sebut 2,5 Ton Uranium Hilang di Libya
Jum'at, 17 Maret 2023 - 00:30 WIB
loading...
A
A
A
“Pada Selasa (14/3/2023), pemeriksa badan perlindungan menemukan bahwa 10 drum berisi sekitar 2,5 ton uranium alami dalam bentuk konsentrat bijih uranium tidak ada seperti yang dinyatakan sebelumnya di sebuah lokasi di negara bagian Libya,” sebut pernyataan IAEA, seperti dikutip dari AP.
“Kegiatan lebih lanjut akan dilakukan oleh badan tersebut untuk mengklarifikasi keadaan pemindahan bahan nuklir dan lokasinya saat ini,” lanjut pernyataan itu.
Baca juga: IAEA: Iran Punya Uranium Diperkaya Hampir Tingkat Bom Atom
Reuters pertama kali melaporkan tentang peringatan IAEA tentang uranium Libya yang hilang. IAEA sendiri menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang uranium yang hilang. Namun, pengakuannya bahwa uranium hilang di "situs yang dinyatakan sebelumnya" mempersempit kemungkinannya.
Salah satu situs yang dinyatakan tersebut adalah Sabha, sekitar 660 kilometer (410 mil) tenggara ibu kota Libya, Tripoli, di wilayah selatan Gurun Sahara yang tanpa hukum. Di sana, Libya di bawah diktator Moammar Qadhafi menyimpan ribuan barel yang disebut uranium kue kuning untuk fasilitas konversi uranium yang direncanakan sebelumnya.
“Kegiatan lebih lanjut akan dilakukan oleh badan tersebut untuk mengklarifikasi keadaan pemindahan bahan nuklir dan lokasinya saat ini,” lanjut pernyataan itu.
Baca juga: IAEA: Iran Punya Uranium Diperkaya Hampir Tingkat Bom Atom
Reuters pertama kali melaporkan tentang peringatan IAEA tentang uranium Libya yang hilang. IAEA sendiri menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang uranium yang hilang. Namun, pengakuannya bahwa uranium hilang di "situs yang dinyatakan sebelumnya" mempersempit kemungkinannya.
Salah satu situs yang dinyatakan tersebut adalah Sabha, sekitar 660 kilometer (410 mil) tenggara ibu kota Libya, Tripoli, di wilayah selatan Gurun Sahara yang tanpa hukum. Di sana, Libya di bawah diktator Moammar Qadhafi menyimpan ribuan barel yang disebut uranium kue kuning untuk fasilitas konversi uranium yang direncanakan sebelumnya.
Lihat Juga :