Meksiko Tak Izinkan Pasukan AS Gelar Operasi Militer pada Kartel Narkoba

Jum'at, 10 Maret 2023 - 04:30 WIB
loading...
Meksiko Tak Izinkan...
Meksiko Tak Izinkan Pasukan AS Gelar Operasi Militer pada Kartel Narkoba. FOTO/Reuters
A A A
MEXICO CITY - Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador pada Kamis (9/3/2023) menegur seruan dari beberapa anggota parlemen Amerika Serikat (AS) yang menganjurkan tindakan militer di Meksiko terhadap kartel narkoba. Obrador menggambarkan proposal tersebut sebagai ancaman terhadap kedaulatan Meksiko.

"Kami tidak akan mengizinkan pemerintah asing untuk campur tangan di wilayah kami, apalagi angkatan bersenjata pemerintah campur tangan," kata Lopez Obrador dalam konferensi pers regular, seperti dikutip dari Reuters.

Baca juga: FBI: 4 Warga Amerika Ditembaki dan Diculik di Meksiko Utara

Penculikan empat orang Amerika - dua di antaranya terbunuh - di negara bagian perbatasan utara memicu seruan dari anggota parlemen Republik di Washington untuk mengambil tindakan tegas terhadap kejahatan terorganisir.

Republikan Texas, Dan Crenshaw pada hari Rabu merilis pesan dalam bahasa Spanyol di Twitter yang menanyakan kepada Lopez Obrador mengapa dia menentang proposal yang diperkenalkan oleh anggota kongres pada bulan Januari, yang mengizinkan pasukan militer menargetkan kartel narkoba di Meksiko.

"Selain tidak bertanggung jawab, itu merupakan pelanggaran terhadap rakyat Meksiko," kata Lopez Obrador selama konferensi pers. Ia menambahkan bahwa Meksiko "tidak menerima perintah dari siapa pun."

Sementara senator Republik Lindsey Graham pada hari Senin mengatakan dalam wawancara dengan Fox News, bahwa sudah waktunya untuk "memberitahukan Meksiko" dan menganjurkan memperkenalkan undang-undang untuk mengklasifikasikan beberapa kartel narkoba Meksiko sebagai "kelompok teroris asing".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved