Indonesia Gencar Sikapi Tekanan Geopolitik Global dalam Forum ASEM
Kamis, 09 Maret 2023 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Nidya menggarisbawahi tekanan geopolitik global. Menurutnya, rembetan ketegangan konflik Rusia-Ukraina sangat memengaruhi kerja sama di forum antarpemerintah, termasuk ASEM.
Menyikapi hal ini, perlu ada terobosan di track II diplomacy yang melibatkan publik secara luas, agar konektivitas antarkawasan tidak terhenti.
Menurutnya, di sinilah pentingnya peran Asia Europe Foundation (ASEF) sebagai organisasi di bawah naungan ASEM yang diberi mandat untuk mendorong people-to-people exchange di kawasan Asia dan Eropa.
Direktur Eksekutif ASEF Dubes Toru Morikawa menjelaskan bahwa ASEF memiliki 700 proyek atau kegiatan di bidang budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, media, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan, berkolaborasi dengan lebih dari 800 organisasi mitra.
Di antara kegiatan unggulannya adalah Festival Budaya Asia Eropa dan ASEF Young Leaders Summit, sebuah forum antar kawasan yang memiliki tujuan mencetak pemimpin muda visioner.
"Kegiatan tersebut terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh publik secara luas, termasuk oleh mahasiswa, akademisi, dan para pemuda,” ujar Nidya.
Lurong Chen, peneliti dari ERIA melihat bahwa sebenarnya kedua kawasan dapat mendorong konektivitas yang lebih besar melalui kerja sama digital.
Menyikapi hal ini, perlu ada terobosan di track II diplomacy yang melibatkan publik secara luas, agar konektivitas antarkawasan tidak terhenti.
Menurutnya, di sinilah pentingnya peran Asia Europe Foundation (ASEF) sebagai organisasi di bawah naungan ASEM yang diberi mandat untuk mendorong people-to-people exchange di kawasan Asia dan Eropa.
Direktur Eksekutif ASEF Dubes Toru Morikawa menjelaskan bahwa ASEF memiliki 700 proyek atau kegiatan di bidang budaya, pendidikan, pemerintahan, ekonomi, media, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan, berkolaborasi dengan lebih dari 800 organisasi mitra.
Di antara kegiatan unggulannya adalah Festival Budaya Asia Eropa dan ASEF Young Leaders Summit, sebuah forum antar kawasan yang memiliki tujuan mencetak pemimpin muda visioner.
"Kegiatan tersebut terbuka dan dapat dimanfaatkan oleh publik secara luas, termasuk oleh mahasiswa, akademisi, dan para pemuda,” ujar Nidya.
Lurong Chen, peneliti dari ERIA melihat bahwa sebenarnya kedua kawasan dapat mendorong konektivitas yang lebih besar melalui kerja sama digital.
Lihat Juga :