Rusia Balas Dendam, Gempur Ukraina dengan 81 Rudal

Kamis, 09 Maret 2023 - 19:49 WIB
loading...
Rusia Balas Dendam,...
Rusia tembakkan 81 rudal ke Ukraina, Kamis (9/3/2023), klaim sebagai balas dendam atas serangan di wilayah Bryansk.Foto/REUTERS
A A A
KIEV - Militer Rusia menggempur Ukraina dengan sekitar 81 rudal pada Kamis (9/3/2023). Moskow berdalih serangan besar-besaran ini sebagai balas dendam atas apa yang disebutnya sebagai "serangan teroris" di wilayah Bryansk.

Serangan puluhan rudal Moskow telah melumpuhkan pasokan listrik ke pembangkit nuklir terbesar Eropa di Ukraina dan membuat sebagian wilayah negara gelap gulita.

Pada pekan lalu, wilayah Bryansk di Rusia yang berbatasan dengan Ukraina diserang--yang menurut Moskow dilakukan oleh militer Kiev.

Pemerintah Ukraina mengatakan sedikitnya enam warga sipil tewas dalam serangan Rusia hari ini, yang merupakan tembakan rudal besar-besaran pertama pada bulan ini setelah serangan serupa terjadi pertengahan bulan lalu.

Baca juga: Rentetan Rudal Rusia Hujani Kota-kota Ukraina, Sirene Meraung-raung

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan infrastruktur dan bangunan tempat tinggal di 10 wilayah terkena dampaknya. "Para penjajah hanya bisa meneror warga sipil," katanya.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia, yang direbut pasukan Rusia setahun lalu, dibiarkan bergantung pada generator pada hari Kamis.

Perusahaan listrik negara Ukraina, Energoatom, dalam sebuah pernyataan mengatakan serangan udara Rusia berskala besar merusak infrastruktur yang telah mengalirkan listrik ke PLTN Zaporizhzhia.

"Hubungan terakhir antara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang diduduki dan sistem listrik Ukraina terputus," kata Energoatom.

Perusahaan itu mengatakan reaktor kelima dan keenam telah dimatikan dan tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan pabrik dipasok oleh 18 generator diesel, yang memiliki cukup bahan bakar untuk 10 hari.

Rafael Grossi, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengeluarkan peringatan keras tentang bahaya serangan Rusia di dekat PLTN terbesar Eropa tersebut.

"Bagaimana kita bisa duduk di sini di ruangan ini, pagi ini, dan membiarkan ini terjadi?" katanya.

“Ini tidak bisa dilanjutkan. Apa yang kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi? Kami adalah IAEA. Kita dimaksudkan untuk peduli dengan keselamatan nuklir," ujarnya.

“Setiap kali kami melempar dadu. Dan jika kita membiarkan ini terus berlanjut dari waktu ke waktu maka suatu hari keberuntungan kita akan habis.”

Mykhailo Podolyak, seorang pembantu Presiden Zelensky, mengatakan militer Rusia telah melancarkan serangan rudal besar-besaran pada malam hari, saat orang-orang sedang tidur.

Dia mengatakan ledakan tercatat di sebagian besar wilayah.

"Fasilitas infrastruktur dan kawasan pemukiman telah terkena dampak. ZNPP [Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia] tidak diberi energi," kata Podolyak dalam sebuah posting di Twitter. "Beberapa bagian Ukraina tanpa listrik dan air."

Militer Ukraina mengeklaim telah menembak jatuh hampir tiga lusin rudal yang ditembakkan oleh Rusia.

“Tadi malam, musuh meluncurkan serangan rudal besar-besaran terhadap infrastruktur kritis Ukraina. Musuh meluncurkan 81 rudal dari pangkalan yang berbeda,” kata Panglima Militer Ukraina Jenderal Valery Zaluzhny, dalam sebuah pernyataan.

"Ukraina menghancurkan 34 rudal jelajah," ujarnya.

Ibu Kota, Kyiv, pelabuhan Laut Hitam Odesa dan kota terbesar kedua, Kharkiv, semuanya terkena serangan.

Sirene serangan udara terdengar di Kiev selama tujuh jam, dan pertahanan udara Ukraina menembak jatuh beberapa drone dan rudal jelajah, meskipun laporan awal mengatakan rudal hipersonik telah menghantam targetnya.

“Sayangnya, rudal jenis Kinzhal menghantam objek infrastruktur,” kata Serhiy Popko, kepala administrasi militer wilayah Kiev.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Perang Iran 2026: Ketika...
Perang Iran 2026: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Ditolak AS, Omar Artan...
Ditolak AS, Omar Artan Wasit Piala Dunia asal Somalia Disambut bak Pahlawan di Negaranya
Rekomendasi
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Infografis
7 Rudal Jelajah Terkuat...
7 Rudal Jelajah Terkuat di Dunia, Misil-Misil Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved