Intel Amerika: Rusia Tak Ingin Konflik Militer Langsung dengan AS dan NATO

Kamis, 09 Maret 2023 - 14:46 WIB
loading...
Intel Amerika: Rusia...
Laporan tahunan komunitas intelijen Amerika Serikat sebut Rusia tidak menginginkan konflik militer langsung dengan Amerika dan NATO. Foto/RIA Novosti/via REUTERS
A A A
WASHINGTON - Komunitas intelijen Amerika Serikat (AS) percaya Rusia tidak menginginkan konflik militer langsung dengan pasukan Amerika dan NATO , tetapi ada potensi hal itu terjadi.

Penilaian itu muncul dalam laporan Annual Threat Assessment [Penilaian Ancaman Tahunan] komunitas intelijen Amerika Serikat yang dikeluarkan pada hari Rabu.

Menurut laporan itu, perang Rusia yang tidak beralasan melawan Ukraina adalah peristiwa tektonik yang membentuk kembali hubungan Rusia dengan Barat dan China, dan secara lebih luas dengan cara yang sedang berlangsung dan tetap sangat tidak pasti.

Baca juga: Kremlin Sebut 3 Kekuatan Nuklir NATO Secara De Facto Perang dengan Rusia

Laporan itu juga memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Ukraina bisa menjadi konfrontasi militer antara Rusia dan Barat, membawa risiko yang lebih besar yang belum pernah dihadapi dunia selama beberapa dekade.

"Pemimpin Rusia sejauh ini menghindari mengambil tindakan yang akan memperluas konflik Ukraina di luar perbatasan Ukraina, tetapi risiko eskalasi tetap signifikan," bunyi laporan itu.

Laporan itu, lebih lanjut, mengatakan ada potensi nyata kegagalan militer Rusia dalam perang Ukraina untuk melukai posisi domestik Presiden Rusia Vladimir Putin dan dengan demikian memicu tindakan eskalasi tambahan oleh Rusia dalam upaya untuk memenangkan kembali dukungan publik.

Klaim yang meningkat bahwa Amerika Serikat menggunakan Ukraina sebagai proksi untuk melemahkan Rusia, dan bahwa keberhasilan militer Ukraina hanyalah hasil dari intervensi AS dan NATO dapat menjadi pertanda eskalasi Rusia lebih lanjut.

Moskow akan terus menggunakan berbagai alat untuk memajukan apa yang dilihatnya sebagai kepentingannya sendiri dan mencoba melemahkan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya. Ini kemungkinan besar adalah alat militer, keamanan, pengaruh jahat, dunia siber, dan intelijen, dengan pengaruh ekonomi dan energi Rusia mungkin merupakan aset yang menurun.

Baca juga: Estonia: Hanya NATO atau Senjata Nuklir yang Bisa Selamatkan Ukraina dari Rusia

"Kami berekspektasi Moskow akan memasukkan dirinya ke dalam krisis ketika melihat kepentingannya dipertaruhkan, biaya tindakan yang diantisipasi rendah, melihat peluang untuk memanfaatkan kekosongan kekuasaan, atau, seperti dalam kasus penggunaan kekuatan di Ukraina, itu merasakan ancaman eksistensial di lingkungannya yang dapat menggoyahkan pemerintahan Putin dan membahayakan keamanan nasional Rusia," imbuh laporan intelijen AS, seperti dikutip NDTV, Kamis (9/3/2023).

Lebih lanjut dinyatakan bahwa Rusia akan terus menggunakan energi sebagai alat kebijakan luar negeri untuk mencoba memaksa kerja sama dan melemahkan persatuan Barat di Ukraina.

Eksportir milik negara Rusia, Gazprom, memotong gas ke sejumlah negara Eropa setelah mereka mendukung sanksi terhadap Rusia, berkontribusi terhadap melonjaknya harga gas alam.

Laporan tahun 2023 muncul empat bulan setelah pemilu paruh waktu terbaru di Amerika, di mana kekhawatiran tentang upaya pengaruh Rusia lebih diredam dibandingkan dengan dua siklus pemilihan presiden AS sebelumnya pada tahun 2016 dan 2020.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
Berita Terkini
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved