Georgia Rusuh, Demonstran Tolak RUU Agen Asing Gaya Rusia
Rabu, 08 Maret 2023 - 06:34 WIB
loading...
A
A
A
“RUU itu menimbulkan pertanyaan nyata tentang komitmen Tbilisi untuk integrasi Euro-Atlantik,” papar kedutaan AS.
Kedutaan AS menambahkan, “Jika disahkan, itu akan merusak hubungan Georgia dengan mitra strategisnya dan merusak pekerjaan penting banyak organisasi Georgia yang membantu sesama warga negara.”
“Washington mungkin menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Georgia atas undang-undang yang diusulkan dan penanganan protes,” papar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan pada Selasa.
Tbilisi berada di bawah tekanan luar biasa dari Washington dan Kiev untuk membuka "front kedua" dalam konflik melawan Rusia, tetapi Georgia sejauh ini menolak melakukannya.
Sejumlah warga Georgia telah menjadi sukarelawan untuk militer Ukraina, tetapi pemerintah mempertahankan netralitasnya.
AS mendukung “Revolusi Mawar” di Tbilisi pada tahun 2004, membawa Mikhail Saakashvili ke tampuk kekuasaan.
Setelah Georgian Dream memenangkan pemilu 2012, Saakashvili meninggalkan negara itu dan bekerja untuk pemerintah Ukraina selama beberapa tahun.
Dia kembali ke Georgia pada Oktober 2021, dan segera ditangkap setelah menyerukan pemberontakan melawan pemerintah.
Kedutaan AS menambahkan, “Jika disahkan, itu akan merusak hubungan Georgia dengan mitra strategisnya dan merusak pekerjaan penting banyak organisasi Georgia yang membantu sesama warga negara.”
“Washington mungkin menjatuhkan sanksi terhadap pemerintah Georgia atas undang-undang yang diusulkan dan penanganan protes,” papar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price kepada wartawan pada Selasa.
Tbilisi berada di bawah tekanan luar biasa dari Washington dan Kiev untuk membuka "front kedua" dalam konflik melawan Rusia, tetapi Georgia sejauh ini menolak melakukannya.
Sejumlah warga Georgia telah menjadi sukarelawan untuk militer Ukraina, tetapi pemerintah mempertahankan netralitasnya.
AS mendukung “Revolusi Mawar” di Tbilisi pada tahun 2004, membawa Mikhail Saakashvili ke tampuk kekuasaan.
Setelah Georgian Dream memenangkan pemilu 2012, Saakashvili meninggalkan negara itu dan bekerja untuk pemerintah Ukraina selama beberapa tahun.
Dia kembali ke Georgia pada Oktober 2021, dan segera ditangkap setelah menyerukan pemberontakan melawan pemerintah.
(sya)
Lihat Juga :