Bom Bunuh Diri Tewaskan 10 Personel Polisi Pakistan
Selasa, 07 Maret 2023 - 03:30 WIB
loading...
Ilustrasi
A
A
A
QUETTA - Sebuah bom bunuh diri menewaskan sedikitnya 10 petugas polisi di Pakistan barat daya pada Senin (6/3/2023). Selain korban tewas, insiden ini juga menimbulkan belasan korban luka.
Serangan bom bunuh diri itu menargetkan sebuah truk polisi di dekat Sibi, sebuah kota yang terletak 160 km timur Quetta di provinsi Balochistan.
Baca juga: 4 Tewas dan 20 Luka-luka dalam Ledakan di Pasar Pakistan
"Pembom bunuh diri mengendarai sepeda motor dan menabrak truk dari belakang," kata pejabat polisi senior Abdul Hai Aamir kepada kantor berita AFP.
Pihak berwenang mengatakan, petugas polisi kembali dari pertunjukan ternak selama seminggu, di mana mereka memberikan keamanan. Foto-foto setelahnya menunjukkan truk terbalik di jalan dengan jendela pecah.
"Para teroris yang melakukan serangan seperti itu adalah musuh Pakistan," kata Kepala Menteri Balochistan Abdul Qudoos Bizenjo.
Kelompok ekstremis "Negara Islam" (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Senin malam. Associated Press melaporkan bahwa kelompok militan yang baru dibentuk, Tehreek-e-Jihad, juga mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Serangan bom bunuh diri itu menargetkan sebuah truk polisi di dekat Sibi, sebuah kota yang terletak 160 km timur Quetta di provinsi Balochistan.
Baca juga: 4 Tewas dan 20 Luka-luka dalam Ledakan di Pasar Pakistan
"Pembom bunuh diri mengendarai sepeda motor dan menabrak truk dari belakang," kata pejabat polisi senior Abdul Hai Aamir kepada kantor berita AFP.
Pihak berwenang mengatakan, petugas polisi kembali dari pertunjukan ternak selama seminggu, di mana mereka memberikan keamanan. Foto-foto setelahnya menunjukkan truk terbalik di jalan dengan jendela pecah.
"Para teroris yang melakukan serangan seperti itu adalah musuh Pakistan," kata Kepala Menteri Balochistan Abdul Qudoos Bizenjo.
Kelompok ekstremis "Negara Islam" (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Senin malam. Associated Press melaporkan bahwa kelompok militan yang baru dibentuk, Tehreek-e-Jihad, juga mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Lihat Juga :