Kolombia Akan Kirim 70 Kuda Nil Kokain Pablo Escobar ke India dan Meksiko

Minggu, 05 Maret 2023 - 08:54 WIB
loading...
Kolombia Akan Kirim...
Kolombia akan kirim 70 kuda nil kokain Pablo Escobar (insert) ke India dan Meksiko. Foto/Ilustrasi
A A A
BOGOTA - Kolombia berencana untuk menerbangkan lusinan kuda nil kokain , yang berasal dari kebun binatang pribadi pengedar narkoba Pablo Escobar , ke India dan Meksiko. Ini dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan populasi mereka yang membludak.

Menurut pemerintah Kolombia, sekarang ada antara 130 dan 160 kuda nil dan mereka telah menyebar jauh melampaui bekas peternakan Escobar di Hacienda Napoles. Awalnya, populasi mereka hanya terdiri dari satu jantan dan tiga betina.

Kuda nil ini adalah bagian dari koleksi hewan eksotis yang dikumpulkan Escobar pada 1980-an di peternakannya sekitar 250 kilometer dari Medellin. Setelah kematiannya pada tahun 1993, pihak berwenang merelokasi sebagian besar hewan lain, tetapi bukan kuda nil karena terlalu sulit untuk diangkut.

Baca Juga: Mahasiswa Ini Bunuh Pekerja Seks yang Dikencani karena Ternyata Transgender

Tapi sejak itu mereka mulai bereproduksi dengan cepat, memperluas jangkauan mereka di sepanjang lembah Sungai Magdalena, dan sekarang menimbulkan tantangan lingkungan dan mengkhawatirkan penduduk terdekat, kata pihak berwenang.

Sebuah studi di jurnal Nature memperingatkan jumlah mereka bisa membengkak menjadi 1.500 dalam dua dekade.

Sebelumnya, pihak berwenang telah mencoba untuk mengontrol populasi mereka menggunakan pengebirian dan “suntikan” anak panah kontrasepsi. Tetapi dorongan kontrasepsi memiliki keberhasilan yang terbatas.

Baca Juga: Berkembang Biak di Luar Kendali, Kawanan Kuda Nil Kokain Pablo Escobar Disterilkan

"Sekarang ada rencana untuk memindahkan 70 kuda nil ke cagar alam di India dan Meksiko," kata gubernur provinsi Antioquia, tempat Hacienda Napoles berada, Anibal Gaviria, dalam sebuah Tweet seperti dikutip dari CNN, Minggu (5/3/2023).

Sebanyak 70 kuda nil, campuran jantan dan betina, diperkirakan akan dipindahkan dengan 60 dikirim ke India dan 10 ke Meksiko.

Istilah teknis untuk operasi ini adalah "translokasi," Gaviria menjelaskan dalam sebuah wawancara dengan outlet Kolombia Blu Radio, karena ini akan melibatkan pemindahan kuda nil dari satu negara yang bukan habitat aslinya ke negara lain yang juga bukan habitat aslinya.

"Tujuannya adalah untuk membawa mereka ke negara-negara di mana lembaga-lembaga ini memiliki kapasitas untuk menerima mereka, dan untuk (membawa) mereka dengan benar dan untuk mengontrol reproduksi mereka,” kata Gaviria.

"Mengirim kuda nil kembali ke tanah asalnya di Afrika tidak diizinkan,” kata Gaviria lagi.

Selain mengurangi jumlah kuda nil di Kolombia, pihak berwenang berharap mempelajari cara mengelola populasi yang tersisa, yang dikenal sebagai objek wisata potensial.

Kuda nil akan diterbangkan dalam kotak yang dibuat khusus, kata Gaviria dalam wawancara radio, dan tidak akan dibius terlebih dahulu.

"Tetapi penenang darurat dimungkinkan jika salah satu hewan mengalami gangguan saraf selama penerbangan," tambahnya.

Dikatakan Gaviria, translokasi dapat diselesaikan pada paruh pertama tahun ini jika izin yang diperlukan dipercepat, terutama dari Institut Pertanian Kolombia.

Baca Juga: Politisi yang Meninggal Tragis Ini Dikubur Berdiri untuk Tunjukkan Ide Progresifnya
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Mantan Jubir Presiden...
Mantan Jubir Presiden Ukraina: Dugaan Zelensky Konsumsi Kokain Itu Rahasia Umum
Putra Miliarder India...
Putra Miliarder India Ingin Tampung Kuda Nil Milik Pablo Escobar
Inilah 4 Perempuan Cantik...
Inilah 4 Perempuan Cantik di Balik Kartel Narkoba Terkejam, Salah Satunya Punya 3 Suami
Pesawat Hercules Bawa...
Pesawat Hercules Bawa 125 Orang Jatuh dan Meledak, Korban Tewas Jadi 66 Orang
Horor! Pesawat Militer...
Horor! Pesawat Militer Pembawa 125 Orang Jatuh dan Meledak, 8 Tewas
Pria Asal Riau Ditangkap...
Pria Asal Riau Ditangkap di Terminal Kebon Jeruk, Bawa 1 Kg Kokain dari Malaysia
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved