Gara-gara Bantu Ukraina, Jerman Tak Siap Lindungi Diri Jika Diinvasi Asing

Kamis, 02 Maret 2023 - 06:52 WIB
loading...
Gara-gara Bantu Ukraina,...
Jerman tak siap lindungi diri jika diinvasi asing karena kekurangan peralatan tempur. Negara NATO ini krisis peralatan tempur karena dikirim ke Ukraina. Foto/REUTERS/Fabian Bimmer
A A A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengeklaim Angkatan Darat tidak siap untuk melindungi negara dari agresi militer asing. Negara NATO ini kekurangan perlengkapan karena, salah satu sebabnya, dikirim ke Ukraina untuk membantu melawan invasi Rusia .

Menteri Pistorius menyampaikan hal itu dalam pertemuan dengan sesama anggota Partai Sosial Demokrat (SPD).

“Kami tidak memiliki angkatan bersenjata yang mampu mempertahankan [negara], yaitu, mampu mempertahankan [negara ini] dari serangan, perang agresif yang dilakukan secara brutal,” kata Pistorius.

Menteri Pistorius mengatakan Bundeswehr kekurangan staf dan perlengkapan setelah beberapa dekade diabaikan oleh pemerintah federal. Pistorius menambahkan bahwa Jerman harus berinvestasi lebih banyak dalam militernya agar sesuai dengan standar NATO.

Baca juga: Merespons Ancaman Rusia, AS-Jerman-Polandia Pertimbangkan Manuver Gabungan


Letnan Jenderal Alfons Mais, komandan dan perwira tertinggi Angkatan Darat Jerman, mengatakan kepada kantor berita DPA,yang dilansir Kamis (2/3/2023), bahwa €100 miliar yang sebelumnya dijanjikan oleh Kanselir Olaf Scholz tidak akan cukup untuk membuat angkatan bersenjata negara ini siap berperang. "Tentara yang harus saya pimpin kurang lebih telanjang," ujarnya, menggambarkan krisis perlengkapan tempur.

Komentar lebih lanjut tentang kurangnya kesiapan tempur Bundeswehr datang dari ketua Asosiasi Angkatan Bersenjata Jerman, Kolonel Andre Wustner, yang mengeklaim dalam sebuah wawancara pada hari Minggu kepada Bild bahwa dari sekitar 300 tank Leopard 2 yang ada, hanya 30% yang saat ini tersedia operasional.

Terlepas dari penilaian ini, Jerman telah memberikan dukungan ekstensif kepada Ukraina dalam konflik dengan Rusia, terkadang dengan mengorbankan kemampuan pertahanannya sendiri.

Armin Papperger, CEO Rheinmetall—kontraktor militer utama negara itu—mengatakan kepada podcast Pioneer pada hari Selasa bahwa pemerintah mentransfer dua sistem pertahanan udara canggih ke Ukraina yang dimaksudkan untuk melindungi Ibu Kota Jerman, Berlin.

Pengiriman senjata lanjutan Berlin ke Ukraina juga mendapat protes di antara masyarakat Jerman.

Die Linke (Partai Kiri) mengadakan pertemuan umum pada hari Sabtu menyerukan Kanselir Scholz untuk berhenti mempersenjatai Kiev.

Rusia telah menyuarakan sikapnya atas pengiriman senjata Barat ke Kiev dalam banyak kesempatan. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam wawancara Februari lalu dengan salurantelevisi Rossiya 24 bahwa jika senjata jarak jauh dipasok ke Kiev, pasukan Ukraina harus didorong mundur lebih jauh dari wilayah Rusia sebagai respons.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
Industri Herbal Andalkan...
Industri Herbal Andalkan Figur Publik Perkuat Kepercayaan Konsumen
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
Kekasih Sarwendah Jadi...
Kekasih Sarwendah Jadi Sorotan, Giorgio Antonio Diduga Kenakan Jam Tangan Palsu Audemars Piguet
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved