Jenderal AS: China Ancaman Paling Menantang dalam Perlombaan Senjata Antariksa!
Senin, 20 Februari 2023 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
Pada Februari 2020, seorang jenderal Amerika mencatat bahwa ada dua satelit Rusia yang ditempatkan di orbit yang melacak satelit mata-mata AS.
Selanjutnya pada akhir 2021, Rusia menghancurkan salah satu satelitnya sendiri dengan rudal yang ditembakkan dari Bumi, dalam sebuah pertunjukan yang dikecam Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
"Musuh memanfaatkan antariksa...menargetkan dan memperluas jangkauan senjata mereka," kata Jenderal Saltzman.
"Itu benar-benar perubahan yang terjadi di dalam domain," ujarnya.
Negara-negara semakin tertutup dalam hal aktivitas militer mereka di luar angkasa, tetapi perlombaan sedemikian rupa sehingga pada tahun 2019, tahun ketika Pentagon meluncurkan Angkatan Luar Angkasa, diperkirakan bahwa Rusia dan China berpotensi mengambil alih posisi Amerika Serikat.
Saltzman menolak gagasan bahwa Washington ada di belakang.
Tapi pertarungan telah berevolusi, beralih dari ide menghancurkan satelit dengan rudal atau satelit kamikaze, menjadi menemukan cara untuk merusaknya dengan senjata laser atau gelombang mikro yang kuat.
"Saya akan selalu memastikan bahwa saya mempertahankan kemampuan untuk melakukan fungsi yang paling kritis, seperti komando dan kendali nasional, atau komando dan kendali nuklir," kata sang jenderal.
Menurutnya, perang Ukraina telah berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya antariksa dalam konflik saat ini dan di masa depan.
Selanjutnya pada akhir 2021, Rusia menghancurkan salah satu satelitnya sendiri dengan rudal yang ditembakkan dari Bumi, dalam sebuah pertunjukan yang dikecam Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
"Musuh memanfaatkan antariksa...menargetkan dan memperluas jangkauan senjata mereka," kata Jenderal Saltzman.
"Itu benar-benar perubahan yang terjadi di dalam domain," ujarnya.
Negara-negara semakin tertutup dalam hal aktivitas militer mereka di luar angkasa, tetapi perlombaan sedemikian rupa sehingga pada tahun 2019, tahun ketika Pentagon meluncurkan Angkatan Luar Angkasa, diperkirakan bahwa Rusia dan China berpotensi mengambil alih posisi Amerika Serikat.
Saltzman menolak gagasan bahwa Washington ada di belakang.
Tapi pertarungan telah berevolusi, beralih dari ide menghancurkan satelit dengan rudal atau satelit kamikaze, menjadi menemukan cara untuk merusaknya dengan senjata laser atau gelombang mikro yang kuat.
"Saya akan selalu memastikan bahwa saya mempertahankan kemampuan untuk melakukan fungsi yang paling kritis, seperti komando dan kendali nasional, atau komando dan kendali nuklir," kata sang jenderal.
Menurutnya, perang Ukraina telah berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya antariksa dalam konflik saat ini dan di masa depan.
Lihat Juga :