Pencarian Berakhir Hari Ini, Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Tembus 46.000
Minggu, 19 Februari 2023 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
"Waktu hampir habis dan kami kehabisan uang," ucap Beasley.
"Operasi kami sekitar USD50 juta per bulan untuk tanggap gempa saja, jadi kecuali Eropa menginginkan gelombang baru pengungsi, kami perlu mendapatkan dukungan yang kami butuhkan," ungkapnya.
Di Suriah, yang telah hancur oleh lebih dari satu dekade perang saudara, sebagian besar korban jiwa terjadi di barat laut.
Daerah tersebut dikendalikan oleh pemberontak yang berperang dengan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad, yang mempersulit upaya untuk mendapatkan bantuan kepada masyarakat.
Petugas medis dan ahli menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan penyebaran infeksi di daerah di mana puluhan ribu bangunan runtuh pekan lalu menyebabkan infrastruktur sanitasi rusak.
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan bahwa meskipun telah terjadi peningkatan infeksi usus dan saluran pernapasan atas, jumlahnya tidak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Organisasi bantuan mengatakan, dengan begitu banyak infrastruktur penting yang hancur, para penyintas akan membutuhkan bantuan untuk beberapa bulan mendatang.
Baca: PBB Butuh Rp15,2 Triliun untuk Bantu Korban Gempa Turki Selama 3 Bulan
"Operasi kami sekitar USD50 juta per bulan untuk tanggap gempa saja, jadi kecuali Eropa menginginkan gelombang baru pengungsi, kami perlu mendapatkan dukungan yang kami butuhkan," ungkapnya.
Di Suriah, yang telah hancur oleh lebih dari satu dekade perang saudara, sebagian besar korban jiwa terjadi di barat laut.
Daerah tersebut dikendalikan oleh pemberontak yang berperang dengan pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad, yang mempersulit upaya untuk mendapatkan bantuan kepada masyarakat.
Petugas medis dan ahli menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan penyebaran infeksi di daerah di mana puluhan ribu bangunan runtuh pekan lalu menyebabkan infrastruktur sanitasi rusak.
Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan bahwa meskipun telah terjadi peningkatan infeksi usus dan saluran pernapasan atas, jumlahnya tidak menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Organisasi bantuan mengatakan, dengan begitu banyak infrastruktur penting yang hancur, para penyintas akan membutuhkan bantuan untuk beberapa bulan mendatang.
Baca: PBB Butuh Rp15,2 Triliun untuk Bantu Korban Gempa Turki Selama 3 Bulan
(ian)
Lihat Juga :