Tahun 2100, Penduduk Dunia Bakal Menyusut Drastis
Kamis, 16 Juli 2020 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Sebanyak 34 negara lainnya juga diprediksi mengalami penyusutan penduduk, tak terkecuali China yang akan mengalami penurunan sebesar 50%. Menurut Murray, selain jumlah penduduk menyusut, sebagian besar negara akan diisi orang tua sehingga dampak terhadap ekonomi tidak akan dapat dielakkan. “Akan ada lebih banyak orang yang memerlukan bantuan dari program pemerintah, baik keamanan sosial ataupun asuransi kesehatan, dan akan ada lebih sedikit orang yang membayar pajak,” tambahnya.
Para peneliti sebelumnya juga mengatakan jumlah penduduk di sub-Sahara Afrika akan membeludak tiga kali lipat pada akhir abad ini, yakni dari 1,03 miliar jiwa pada 2017 menjadi 3,07 miliar pada 2100. Afrika Utara dan Timur Tengah menjadi kawasan lain yang diprediksi mengalami kenaikan jumlah penduduk dari 600 juta jiwa menjadi 978 juta jiwa. “Karena angka kelahiran yang masih tinggi, Afrika akan terus mengalami kenaikan, bahkan dalam jangka panjang,” ujar Murray. “Jumlah penduduk Afrika akan mencapai titik sangat tinggi pada akhir Abad 21. Afrika bahkanakan menyumbangkan separuh dari total penduduk dunia.”
Hasil studi juga memprediksi perubahan besar dalam struktur kemasyarakatan dunia. Pada 2100 jumlah orang berusia di atas 80 tahun akan lebih banyak dibandingkan usia di bawah lima tahun. Jumlah penduduk dunia berusia 65 tahun diperkirakan mencapai 2,37 miliar pada 2100, lebih banyak dibandingkan usia di bawah 20 tahun yang mencapai 1,7 miliar. (Lihat videonya: Viral, Janda di Bangka Belitung Jual Rumah Beserta Pemiliknya)
Jumlah penduduk dunia berusia di atas 80 tahun juga diprediksi naik enam kali lipat dari 141 juta menjadi 866 juta. Sebaliknya, jumlah anak berusia di bawah lima tahun akan menurun lebih dari 40% dari 681 juta menjadi 401 juta pada 2100.
Para peneliti mengatakan penyusutan ini tidak terlepas dari banyaknya kaum perempuan yang bersekolah, bekerja, dan menggunakan alat kontrasepsi. Perubahan jumlah dan struktur penduduk di negara besar kemungkinan akan menciptakan pergantian posisi sebagai kekuatan dunia. “Semuanya sudah dimulai. Ini bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat. China bahkan saat ini sedang mengalami penyusutan jumlah penduduk,” kata Murrsy. (Muh Shamil)
Para peneliti sebelumnya juga mengatakan jumlah penduduk di sub-Sahara Afrika akan membeludak tiga kali lipat pada akhir abad ini, yakni dari 1,03 miliar jiwa pada 2017 menjadi 3,07 miliar pada 2100. Afrika Utara dan Timur Tengah menjadi kawasan lain yang diprediksi mengalami kenaikan jumlah penduduk dari 600 juta jiwa menjadi 978 juta jiwa. “Karena angka kelahiran yang masih tinggi, Afrika akan terus mengalami kenaikan, bahkan dalam jangka panjang,” ujar Murray. “Jumlah penduduk Afrika akan mencapai titik sangat tinggi pada akhir Abad 21. Afrika bahkanakan menyumbangkan separuh dari total penduduk dunia.”
Hasil studi juga memprediksi perubahan besar dalam struktur kemasyarakatan dunia. Pada 2100 jumlah orang berusia di atas 80 tahun akan lebih banyak dibandingkan usia di bawah lima tahun. Jumlah penduduk dunia berusia 65 tahun diperkirakan mencapai 2,37 miliar pada 2100, lebih banyak dibandingkan usia di bawah 20 tahun yang mencapai 1,7 miliar. (Lihat videonya: Viral, Janda di Bangka Belitung Jual Rumah Beserta Pemiliknya)
Jumlah penduduk dunia berusia di atas 80 tahun juga diprediksi naik enam kali lipat dari 141 juta menjadi 866 juta. Sebaliknya, jumlah anak berusia di bawah lima tahun akan menurun lebih dari 40% dari 681 juta menjadi 401 juta pada 2100.
Para peneliti mengatakan penyusutan ini tidak terlepas dari banyaknya kaum perempuan yang bersekolah, bekerja, dan menggunakan alat kontrasepsi. Perubahan jumlah dan struktur penduduk di negara besar kemungkinan akan menciptakan pergantian posisi sebagai kekuatan dunia. “Semuanya sudah dimulai. Ini bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam waktu dekat. China bahkan saat ini sedang mengalami penyusutan jumlah penduduk,” kata Murrsy. (Muh Shamil)
(ysw)
Lihat Juga :