alexametrics

Jenderal AS Peringatkan Iran Tidak Bertindak Gegabah

loading...
Jenderal AS Peringatkan Iran Tidak Bertindak Gegabah
Kepala Komando Sentral AS, Jenderal Kenneth McKenzie memperingatkan Iran tentang biaya tinggi dari setiap kegiatan berbahaya mereka di Teluk. Foto/Ist
A+ A-
WASHINGTON - Kepala Komando Sentral Amerika Serikat (AS), Jenderal Kenneth McKenzie memperingatkan Iran tentang biaya tinggi dari setiap kegiatan berbahaya mereka di Teluk. Dia mengingatkan atas pembunuhan Qassem Soleimani.

McKenzie menuturkan, AS telah membentuk postur yang dirancang untuk mencegah Iran dari bertindak, baik secara tidak langsung atau langsung terhadap AS, sekutu, atau pasukan koalisi di kawasan Teluk.

(Baca juga: Sistem Pertahanan AS di Teluk Tidak Cukup Kuat Hadapi Rudal Iran)

"Teheran memahami kemampuan AS sebagai kekuatan global. Saya berpendapat bahwa setelah peristiwa Januari, Iran baru peka terhadap keinginan kita dan kesediaan kita untuk menggunakan kekuatan-kekuatan itu seandainya kita diancam oleh mereka. Kegiatan memfitnah," ucapnya, merujuk pada pembunuhan Soleimani.



"Jadi, kami berpose dan kami akan terus diposisikan di kawasan, bekerja sama dengan semua mitra kami, semua teman kami di kawasan itu, untuk memastikan bahwa kami siap dan Iran melihat dengan jelas biaya tinggi dari segala kegiatan memfitnah di pihak mereka," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (15/7/2020).

Tentang apakah rezim Iran benar-benar "terhalang" oleh pembunuhan Soleimani atau apakah sedang menunggu pemungutan suara embargo senjata PBB yang akan datang atau pemilihan presiden AS untuk mengambil langkah. McKenzie mengatakan bahwa Washington telah dengan jelas menetapkan "garis merah" untuk Teheran yang mungkin tidak pernah dilihat oleh rezim sebelumnya.



(Baca juga: Iran: Kebakaran Kapal Perang Adalah Hukuman atas Kejahatan AS)

Dia menambahkan bahwa kemungkinan besar suara PBB tentang apakah atau tidak akan memperpanjang embargo senjata terhadap Iran adalah faktor dalam perhitungan rezim di Teheran.

"Tetapi jujur, sangat sulit untuk mengetahui dan memahami persis apa yang dipikirkan Iran dan saya akan mengatakan itu bahkan lebih nyata setelah kematian Qassem Soleimani. Saya pikir itu lebih sulit bagi mereka untuk mengambil keputusan dan lebih sulit bagi mereka untuk memutuskan jalan yang jelas ke depan," tukasnya.
(esn)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak