Erdogan Jadikan Hagia Sophia Masjid, Ini Respons Tokoh-tokoh Muslim Indonesia
Rabu, 15 Juli 2020 - 18:49 WIB
loading...
A
A
A
"Perubahan status dilakukan dalam proses hukum dan birokrasi sebagai negara yang demokratis, sehingga tidak perlu diperebutkan secara internasional karena telah melalui proses yang sangat akuntabel," katanya kepada Anadolu Agency.
Ridwan mengatakan langkah ini menggambarkan toleransi dan perkembangan peradaban dunia dalam harmoni agama. “Tekanan tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Turki. Barat harus memahami bahwa pandangan mereka tentang Islam sangat sempit," katanya.
Dia menambahkan bahwa kritik atas keputusan itu tidak perlu karena Turki akan membuka kompleks bangunan kuno itu untuk pengunjung dari semua agama. (Baca juga: Balas Turki, Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida )
Sementara itu, di Pakistan, Ketua Partai Jamaat-e-Islami; Siraj ul Haq, mengatakan berita pembukaan Hagia Sophia untuk salat umat Islam setelah 86 tahun telah menghangatkan hati umat Islam di seluruh dunia dan khususnya di Pakistan.
Dia menulis surat apresiasi yang ditujukan kepada Presiden Erdogan. "Terima salam terberat kami atas keputusan besar yang telah membalikkan ketidakadilan yang dilakukan beberapa dekade lalu," kata Haq dalam suratnya.
"Hagia Sophia adalah amanat Sultan Mehmet al-Fatih dan yang lebih baik Presiden Erdogan dapat menangani tanggung jawab sebesar itu," imbuh Haq, sepert dikutip Eur Asian Times, Rabu (15/7/2020).
Sekadar diketahui Hagia Sophia di Istanbul atau dikenal sebagai Konstantinopel selesai dibangun sebagai Katedral Kristen Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium pada tahun 537.
Ridwan mengatakan langkah ini menggambarkan toleransi dan perkembangan peradaban dunia dalam harmoni agama. “Tekanan tidak akan mengubah sikap pemerintah dan rakyat Turki. Barat harus memahami bahwa pandangan mereka tentang Islam sangat sempit," katanya.
Dia menambahkan bahwa kritik atas keputusan itu tidak perlu karena Turki akan membuka kompleks bangunan kuno itu untuk pengunjung dari semua agama. (Baca juga: Balas Turki, Yunani Ancam Jadikan Rumah Ataturk Museum Genosida )
Sementara itu, di Pakistan, Ketua Partai Jamaat-e-Islami; Siraj ul Haq, mengatakan berita pembukaan Hagia Sophia untuk salat umat Islam setelah 86 tahun telah menghangatkan hati umat Islam di seluruh dunia dan khususnya di Pakistan.
Dia menulis surat apresiasi yang ditujukan kepada Presiden Erdogan. "Terima salam terberat kami atas keputusan besar yang telah membalikkan ketidakadilan yang dilakukan beberapa dekade lalu," kata Haq dalam suratnya.
"Hagia Sophia adalah amanat Sultan Mehmet al-Fatih dan yang lebih baik Presiden Erdogan dapat menangani tanggung jawab sebesar itu," imbuh Haq, sepert dikutip Eur Asian Times, Rabu (15/7/2020).
Sekadar diketahui Hagia Sophia di Istanbul atau dikenal sebagai Konstantinopel selesai dibangun sebagai Katedral Kristen Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium pada tahun 537.
Lihat Juga :