6 Negara yang Larang Perayaan Valentine, Mayoritas dari Timur Tengah

Senin, 13 Februari 2023 - 15:11 WIB
loading...
6 Negara yang Larang...
Ada beberapa negara yang melarang perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari. Foto/REUTERS
A A A
JAKARTA - Hari Valentine dirayakan saban 14 Februari. Beberapa negara Barat kerap merayakan dengan berbagi kartu ucapan atau hadiah maupun mendekorasi tiap sudut kota dengan sesuatu yang identik dengan hari kasih sayang.

Hari yang tercetus untuk memperingati seorang pendeta Katolik asal Roma Claudius II (Valentinus) pada abad pertengahan ini telah dianggap sebagai tradisi di beberapa negara.

Namun tidak semua negara merayakannya. Misalnya saja pada beberapa negara di Timur Tengah bahkan menentang perayaan tersebut karena beberapa alasan.

Berikut ini negara yang melarang perayaan Hari Valentine :

1. Arab Saudi

Dilansir dari National Geographic, selama beberapa dekade, 14 Februari hanyalah hari biasa di Arab Saudi, yang melarang perayaan Hari Valentine karena bertentangan dengan gagasan Islam terkait budaya dari agama lain.

Sebelum tahun 2016, Arab saudi kerap melakukan penangkapan terhadap pemilik toko yang menjual barang-barang yang identik dengan Hari Valentine.

Namun berkat kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, ketatnya aturan larangan tersebut mulai dilonggarkan. Setiap orang di negara itu kini bisa bebas menjual pernak-pernik Valentine.

2. Pakistan

Pada tahun 2016, presiden saat itu Mamnoon Hussain mendesak warga Pakistan untuk mulai menghapuskan Hari Valentine karena tidak ada hubungannya dengan kebudayaan dan tradisi negara maupun agama.

Atas tindakan tersebut, pada tahun 2017 ditetapkanlah dekrit untuk menghapus semua jejak Hari Valentine dari ruang publik. Mulai dari barang dagangan, iklan, hingga promosi liburan di media yang berkaitan dengan hari kasih sayang ini telah dilarang.

3. Iran

Otoritas agama di Iran telah menyuarakan secara besar-besaran untuk menuntut mereka yang merayakan Hari Valentine karena telah melanggar hukum agama.

Sebenarnya pemerintah Iran memang telah lama melarang peringatan tersebut karena dianggap sebagai budaya Barat. Hal ini memicu larangan bagi para pedagang untuk menjual pernak-pernik khas Valentine.

4. Uzbekistan

Sejak 2012, pemerintah Uzbekistan mulai melarang perayaan hari kasih sayang ini setelah memandang pengaruh tradisi Barat yang bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianut.

Tidak hanya itu, Uzbekistan juga telah menghapuskan hari libur yang erat kaitannya dengan budaya asing. Sebelumnya perayaan Hari Valentine di negara ini sempat ditoleransi.

5. Malaysia

Larangan perayaan Hari Valentine juga datang dari negara Asia Tenggara. Malaysia telah menghilangkan libur Hari Valentine sejak 2005, dan berfatwa bahwa budaya perayaan tersebut bertentangan dengan Islam.

Meskipun terdapat minoritas pemeluk Kristen yang mendesak dan mempertimbangkan kembali aturan tersebut. Namun larangan ini tetap diberlakukan di sana.

6. India

Tidak hanya di negara mayoritas Muslim, India sebagai negara yang mayoritas pemeluk Hindu juga melarang perayaan Hari Valentine.

Diperkirakan lebih dari 518 juta orang menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap perayaan setahun sekali itu dalam kampanye anti-Valentine.

Alasannya, Hari Valentine dianggap identik dengan budaya Barat yang dpaat merusak moral bangsa. Para muda mudi kerap berhubungan seks sebelum menikah, tindakan yang dilarang dalam agama Hindu.

Sementara itu, di Indonesia yang mayoritas Muslim kerap muncul demonstrasi menolak perayaan Hari Valentine.

Untuk beberapa wilayah yang mengedepankan aturan agama Islam seperti di Aceh telah melarang perayaan tersebut. Kendati demikian, warga di beberapa kota besar masih kerap merayakannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Berita Terkini
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved