Senator AS soal Balon Mata-mata: China Dipermalukan, Mereka Ketahuan Bohong

Senin, 13 Februari 2023 - 09:13 WIB
loading...
A A A
Pentagon mengatakan objek yang ditembak jatuh pada hari Sabtu di atas wilayah Yukon di barat laut Kanada, pertama kali diamati di Alaska pada malam sebelumnya, dan pejabat militer melacaknya dengan cermat.

Baca juga: Giliran China Bersiap Tembak UFO di Langit Shandong

Menurut Gedung Putih, keputusan untuk menembak jatuh objek tersebut diambil setelah ada panggilan telepon antara Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Kanada Trudeau.

Dalam wawancara lain CNN, Anggota Kongres dari Partai Republik Mike Turner—yang menjabat Ketua Komite Intelijen Parlemen—mengatakan episode baru-baru ini telah menggarisbawahi kebutuhan Washington untuk memiliki sistem radar yang memadai.

“Kami tentu tidak memiliki sistem pertahanan rudal terintegrasi. Kami harus mulai melihat wilayah udara Amerika Serikat sebagai salah satu yang perlu kami pertahankan dan kami perlu memiliki sensor yang tepat untuk melakukannya,” katanya.

"Ini menunjukkan beberapa masalah dan celah yang kami miliki. Kami perlu mengisinya sesegera mungkin karena kami yakin sekarang ada ancaman," kata Turner.

Menurut pengamatannya, AS sekarang perlu menyatakan akan mempertahankan wilayah udaranya, yang tentu saja akan sulit bagi pemerintahan yang kesulitan mengendalikan kedaulatan darat untuk mendeklarasikan kedaulatan udara.

"Tapi kita perlu melakukannya," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Belgia Juara Grup G,...
Belgia Juara Grup G, Lolos ke 32 Besar usai Bungkam Selandia Baru 5-1
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Berita Terkini
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved