Cerdas! Minta Dikeluarkan dari Reruntuhan Gempa, Pria Ini Bagikan Lokasinya di WA
Jum'at, 10 Februari 2023 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
"Tolong, semuanya, datang dan selamatkan kami sekarang," sambungnya.
Tim penyelamat sebenarnya mengindahkan panggilannya, dengan Kubat menelepon teman-temannya dan membagikan lebih banyak detail di media sosial sementara dia menunggu di bawah reruntuhan selama hampir enam jam.
"Kami menelepon sepanjang waktu, tetapi telepon (berdering) sekali dan tidak berfungsi," jelas pria berusia 20 tahun itu.
"Teman-teman saya banyak membantu. Mereka memukul kami dengan palu godam. Saya berkata 'tempat ini'. Mereka menemukan kami setelah empat atau lima pukulan," dia menambahkan.
Kubat memberi tahu Anadolu bahwa ibunya diselamatkan bersamanya, tetapi paman dan neneknya masih terperangkap di reruntuhan rumah mereka.
Baca: Kerugian Ekonomi Akibat Gempa Dahsyat Turki-Suriah Diprediksi Rp60 Triliun
Dia berterima kasih kepada mereka yang mendengar suaranya di media sosial dan bergegas membantunya.
Meskipun harapan mulai memudar dan saat misi penyelamatan berubah menjadi penemuan jenazah, beberapa orang yang beruntung masih dapat ditarik dari reruntuhan hidup-hidup.
Tim penyelamat sebenarnya mengindahkan panggilannya, dengan Kubat menelepon teman-temannya dan membagikan lebih banyak detail di media sosial sementara dia menunggu di bawah reruntuhan selama hampir enam jam.
"Kami menelepon sepanjang waktu, tetapi telepon (berdering) sekali dan tidak berfungsi," jelas pria berusia 20 tahun itu.
"Teman-teman saya banyak membantu. Mereka memukul kami dengan palu godam. Saya berkata 'tempat ini'. Mereka menemukan kami setelah empat atau lima pukulan," dia menambahkan.
Kubat memberi tahu Anadolu bahwa ibunya diselamatkan bersamanya, tetapi paman dan neneknya masih terperangkap di reruntuhan rumah mereka.
Baca: Kerugian Ekonomi Akibat Gempa Dahsyat Turki-Suriah Diprediksi Rp60 Triliun
Dia berterima kasih kepada mereka yang mendengar suaranya di media sosial dan bergegas membantunya.
Meskipun harapan mulai memudar dan saat misi penyelamatan berubah menjadi penemuan jenazah, beberapa orang yang beruntung masih dapat ditarik dari reruntuhan hidup-hidup.
Lihat Juga :