Korban Gempa Turki Marah atas Respons Lamban Erdogan: di Mana Negara?

Kamis, 09 Februari 2023 - 16:08 WIB
loading...
A A A
"Jika ada yang bertanggung jawab atas proses ini, itu adalah Erdogan. Partai yang berkuasa inilah yang tidak mempersiapkan negara untuk gempa bumi selama 20 tahun."

Petugas penyelamat telah berjuang untuk mencapai beberapa daerah yang paling parah, tertahan oleh jalan yang hancur, cuaca buruk dan kurangnya sumber daya dan alat berat, sementara beberapa daerah tanpa bahan bakar atau listrik.

Respons Militer

Nasuh Mahruki, pendiri kelompok pencarian dan penyelamatan yang aktif dalam menanggapi gempa tahun 1999 yang menewaskan 17.000 orang, mengatakan tentara tidak segera bertindak karena pemerintah Erdogan membatalkan protokol yang memungkinkannya untuk merespons tanpa instruksi.

"Saat ini dibatalkan, tugas dan tanggung jawab mereka dalam memerangi bencana dicabut," katanya kepada Reuters.

"Pada detik-detik pertama (setelah gempa 1999), Angkatan Bersenjata Turki mulai bekerja dan berada di tempat kejadian bersama orang-orang dalam beberapa jam," katanya, membandingkannya dengan situasi saat ini di mana militer harus menunggu instruksi.

“Sekarang sepertinya tanggung jawab ada di AFAD (Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat), tapi tidak siap menghadapi masalah kolosal seperti ini,” imbuh Mahruki.

Berbicara di Kahramanmaras, dekat episentrum gempa, Erdogan mengatakan: "Kami memiliki beberapa masalah di bandara dan jalan tetapi kami lebih baik hari ini."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Turki Jadi Bagian Penting...
Turki Jadi Bagian Penting Arsitektur Keamanan NATO di Masa Depan
Demi Moral, Turki Tolak...
Demi Moral, Turki Tolak Berlabuh Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Aksi Nekat Melamar di...
Aksi Nekat Melamar di Puncak Gedung Empire State, Pasangan Rusia Ditangkap
Kapal Tanker Raksasa...
Kapal Tanker Raksasa Diserang di Selat Hormuz, Qatar Panggil Diplomat Iran
Rekomendasi
Stres Jadi Salah Satu...
Stres Jadi Salah Satu Pemicu GERD Kambuh, Ini Cara Mengelolanya
Praperadilan Roy Suryo...
Praperadilan Roy Suryo Dikabulkan Sebagian, Pakar Hukum Pidana: Tak Batalkan Status Tersangka dan Pokok Perkara
Jungkook BTS Terciduk...
Jungkook BTS Terciduk Jalan Bareng Wanita Berambut Pirang, Sosoknya Bikin ARMY Ngakak
Berita Terkini
Iran Serang 85 Situs...
Iran Serang 85 Situs Militer AS di Bahrain dan Kuwait, Situasi Memanas Seiring Pemakaman Khamenei
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Infografis
Militer IDF Siap Bertindak...
Militer IDF Siap Bertindak di Negara Mana Saja di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved