Pemimpin Chechnya Ramal Akhir Konflik Ukraina

Rabu, 08 Februari 2023 - 01:38 WIB
loading...
Pemimpin Chechnya Ramal...
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov meramalkan akhir konflik Ukraina. Foto/Reuters
A A A
MOSKOW - Pemimpin Chechnya , Ramzan Kadyrov mengatakan, operasi militer Rusia melawan Ukraina akan selesai pada akhir tahun ini. Dia juga meramalkan bahwa Barat akan dipaksa untuk mengakui kesalahannya terkait hubungan dengan Rusia.

“Negara-negara Eropa akan mengakui bahwa tindakan mereka salah. Barat akan berlutut. Dan, seperti biasa, negara-negara Eropa harus bekerja sama dengan Rusia di semua bidang. Tidak akan ada dan tidak akan ada hasil lain,” kata Kadyrov dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari RT, Rabu (8/2/2023).

Satuan etnis Chechnya telah berada di garis depan di Ukraina sejak awal kampanye. Presiden Rusia Vladimir Putin memuji mereka pada bulan September karena menunjukkan kegagahan dan keberanian yang luar biasa, mencatat tradisi dinas militer bersama orang lain dari negara mereka.

Baca: Pemimpin Muslim Chechnya Marah soal Seruan Larangan Tentara Rusia Berjenggot

Kadyrov secara teratur memposting video yang menampilkan pasukan Chechnya beraksi dan melaporkan kemajuan mereka di lapangan. Kadang-kadang, dia secara terbuka mempertanyakan beberapa keputusan yang diambil oleh pimpinan militer Rusia, termasuk penarikan pasukan dari Wilayah Kharkov pada bulan September.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kontroversial! Parlemen...
Kontroversial! Parlemen Israel Setujui Tahap Awal RUU Pembatasan Azan
Trump Tuduh China Ingin...
Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!
Rekomendasi
UEFA Tolak Aturan Kartu...
UEFA Tolak Aturan Kartu Merah Pemain Tutup Mulut
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
HUT ke-80 Bhayangkara...
HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Transformasi dan Pelayanan Masyarakat
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved