Trump Tandatangani UU Sanksi China Atas Intervensi di Hong Kong
Rabu, 15 Juli 2020 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Tindakan tersebut mengikuti hubungan AS-China yang menukik karena pandemi virus Corona, yang diduga ditutupi oleh pemerintah Komunis China, mencegah kesiapan global.
Bulan lalu, Trump menandatangani Undang-Undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur untuk menghukum pejabat China yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Uighur yang sebagian besar Muslim di negara itu. (Baca: Trump Teken UU Sanksi China Terkait Pelanggaran HAM Muslim Uighur )
Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa mencapai kesepakatan perdagangan dengan China tidak mungkin karena penanganan Covid-19 yang gagal, yang telah membuat lebih dari 3,4 juta orang Amerika sakit, menewaskan 163.000 dan meninggalkan puluhan juta setidaknya untuk sementara menganggur.
Pada bulan Januari, Trump menandatangani perjanjian "tahap satu" dengan China yang menghentikan perang dagang.
Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan banyak kebijakan anti-China, termasuk melarang platform media sosial TikTok, yang sangat populer di kalangan remaja AS, tetapi para pejabat mengklaim aplikasi itu dapat menyalurkan data kepada para pemimpin Komunis China. (Baca: Amerika Serikat Akan Larang Aplikasi Media Sosial China )
Bulan lalu, Trump menandatangani Undang-Undang Kebijakan Hak Asasi Manusia Uighur untuk menghukum pejabat China yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap minoritas Muslim Uighur yang sebagian besar Muslim di negara itu. (Baca: Trump Teken UU Sanksi China Terkait Pelanggaran HAM Muslim Uighur )
Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa mencapai kesepakatan perdagangan dengan China tidak mungkin karena penanganan Covid-19 yang gagal, yang telah membuat lebih dari 3,4 juta orang Amerika sakit, menewaskan 163.000 dan meninggalkan puluhan juta setidaknya untuk sementara menganggur.
Pada bulan Januari, Trump menandatangani perjanjian "tahap satu" dengan China yang menghentikan perang dagang.
Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan banyak kebijakan anti-China, termasuk melarang platform media sosial TikTok, yang sangat populer di kalangan remaja AS, tetapi para pejabat mengklaim aplikasi itu dapat menyalurkan data kepada para pemimpin Komunis China. (Baca: Amerika Serikat Akan Larang Aplikasi Media Sosial China )
(ber)
Lihat Juga :