Pernah Remehkan Pasal 5 NATO, Politisi Rusia Desak Serangan Nuklir ke AS
Rabu, 01 Februari 2023 - 00:19 WIB
loading...
A
A
A
"Tidak ada cara lain untuk berbicara dengan orang-orang bodoh ini," kata Gurulyov sebelum menambahkan bahwa orang-orang telah mencoba meyakinkannya tapi sebaliknya tidak berhasil.
"Hari ini, mengingat inisiatif strategis kami—dan saat ini kami pasti memilikinya—bersama dengan kesuksesan kami saat ini, saya sangat ingin kami membayangkan masa
depan," kata Gurulyov, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (31/1/2023).
"Kita harus membuat rencana di luar cakrawala sehingga kita tahu apa yang terjadi dalam satu tahun, tiga tahun, lima tahun, dan 10 tahun dan secara kasar bergerak ke arah itu
dalam paradigma ini," paparnya.
"Kami akan menang, 100 persen. Di mana? Di mana saja! Di mana saja! Dan sejauh ini ini bukan tentang Ukraina. Di mana saja!" imbuh dia.
Gurulyov melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rusia adalah negara yang membawa kedamaian bagi dunia.
"Rusia dulu, sedang dan akan menjadi bangsa yang hebat, yang mampu membawa perdamaian," katanya. "Damai adalah kata kuncinya! Kami menghadirkan kedamaian dan ketenangan!"
Komentar dari Gurulyov tentang menyerang AS bukanlah satu-satunya pembicaraannya baru-baru ini tentang perang nuklir.
"Hari ini, mengingat inisiatif strategis kami—dan saat ini kami pasti memilikinya—bersama dengan kesuksesan kami saat ini, saya sangat ingin kami membayangkan masa
depan," kata Gurulyov, seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (31/1/2023).
"Kita harus membuat rencana di luar cakrawala sehingga kita tahu apa yang terjadi dalam satu tahun, tiga tahun, lima tahun, dan 10 tahun dan secara kasar bergerak ke arah itu
dalam paradigma ini," paparnya.
"Kami akan menang, 100 persen. Di mana? Di mana saja! Di mana saja! Dan sejauh ini ini bukan tentang Ukraina. Di mana saja!" imbuh dia.
Gurulyov melanjutkan dengan mengatakan bahwa Rusia adalah negara yang membawa kedamaian bagi dunia.
"Rusia dulu, sedang dan akan menjadi bangsa yang hebat, yang mampu membawa perdamaian," katanya. "Damai adalah kata kuncinya! Kami menghadirkan kedamaian dan ketenangan!"
Komentar dari Gurulyov tentang menyerang AS bukanlah satu-satunya pembicaraannya baru-baru ini tentang perang nuklir.
Lihat Juga :