Kazakhstan Tak Lagi Izinkan Warga Rusia Tinggal Tanpas Batas Waktu
Rabu, 18 Januari 2023 - 19:05 WIB
Kazakhstan Tak Lagi Izinkan Warga Rusia Tinggal Tanpas Batas Waktu. FOTO/Reuters
ALMATY - Kazakhstan tidak akan lagi mengizinkan warga negara Rusia untuk tinggal di negara Asia Tengah itu tanpa batas waktu. Kazakhstan memberlakukan apa yang disebut visa berjalan setiap tiga bulan, menurut arahan pemerintah yang diterbitkan minggu ini.
Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (17/1/2023), Astana akan melarang praktik itu mulai 26 Januari. Peraturan ini mengharuskan warga Rusia dan warga negara anggota lain dari Uni Ekonomi Eurasia, sebuah blok pasca-Soviet, untuk meninggalkan negara itu setidaknya selama 90 hari setelah diizinkan tinggal selama tiga bulan.
Baca: Pejabat Elite Putin Kabur ke Kazakhstan Menghadapi Ekstradisi dan Penjara
Kementerian Dalam Negeri, yang mengusulkan reformasi tersebut, mengatakan hal itu akan memberi negara kendali lebih besar atas imigrasi.
Puluhan ribu orang Rusia, kebanyakan pria muda dan paruh baya, pindah ke Kazakhstan tahun lalu saat Moskow, yang terlibat dalam konflik Ukraina, meluncurkan kampanye wajib militer pertamanya sejak Perang Dunia Kedua.
Bahasa Rusia digunakan secara luas di Kazakhstan dan kedua negara berbagi perbatasan darat terpanjang di dunia, menjadikan Kazakhstan pilihan populer di antara orang Rusia yang melarikan diri dari wajib militer.
Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (17/1/2023), Astana akan melarang praktik itu mulai 26 Januari. Peraturan ini mengharuskan warga Rusia dan warga negara anggota lain dari Uni Ekonomi Eurasia, sebuah blok pasca-Soviet, untuk meninggalkan negara itu setidaknya selama 90 hari setelah diizinkan tinggal selama tiga bulan.
Baca: Pejabat Elite Putin Kabur ke Kazakhstan Menghadapi Ekstradisi dan Penjara
Kementerian Dalam Negeri, yang mengusulkan reformasi tersebut, mengatakan hal itu akan memberi negara kendali lebih besar atas imigrasi.
Puluhan ribu orang Rusia, kebanyakan pria muda dan paruh baya, pindah ke Kazakhstan tahun lalu saat Moskow, yang terlibat dalam konflik Ukraina, meluncurkan kampanye wajib militer pertamanya sejak Perang Dunia Kedua.
Bahasa Rusia digunakan secara luas di Kazakhstan dan kedua negara berbagi perbatasan darat terpanjang di dunia, menjadikan Kazakhstan pilihan populer di antara orang Rusia yang melarikan diri dari wajib militer.
Lihat Juga :