Pakar Sebut Ambisi Erdogan agar Turki Punya Bom Nuklir Serius
Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:50 WIB
Ankara mengatakan bahwa tujuan dari reaktor itu adalah untuk mengurangi ketergantungan Turki pada impor gas guna memenuhi permintaan listrik. Namun, Spacapan mengatakan bahwa itu tidak benar bagi Turki.
“Fasilitas Akkuyu tidak membuat Turki kurang bergantung pada kekuatan asing. Rusia akan memiliki dan mengoperasikan fasilitas itu, dan sudah pasti bahwa Moskow menggunakan semua aset energinya—bukan hanya bahan bakar fosil—untuk paksaan," katanya. (Baca: Erdogan Tak Terima Turki Dilarang untuk Memiliki Senjata Nuklir )
"Fasilitas nuklir adalah investasi buruk karena Rusia hanya akan membiayai reaktor pertama di fasilitas dan pemerintah Turki harus mengamankan pembiayaan untuk tiga reaktor lainnya," ujarnya.
Spacapan juga menambahkan bahwa dari sudut pandang pasar, gas alam dan energi terbarukan mengalahkan nuklir, dan membawa kesepakatan pengeboran gas alam yang disepakati Turki dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya tahun lalu.
“Yang mengkhawatirkan adalah Turki dapat mengeksploitasi pembangkit nuklir sebagai kedok untuk mendapatkan teknologi dan perangkat keras yang terkait dengan bom. Transfer teknologi sudah terjadi. Sejak proyek Akkuyu dimulai, mahasiswa teknik Turki telah menjadi kelompok nasional terbesar kedua yang mempelajari ilmu nuklir di Rusia, tempat ratusan ilmuwan Iran dan Korea Utara datang sebelum mereka," paparnya, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (11/7/2020).
“Fasilitas Akkuyu tidak membuat Turki kurang bergantung pada kekuatan asing. Rusia akan memiliki dan mengoperasikan fasilitas itu, dan sudah pasti bahwa Moskow menggunakan semua aset energinya—bukan hanya bahan bakar fosil—untuk paksaan," katanya. (Baca: Erdogan Tak Terima Turki Dilarang untuk Memiliki Senjata Nuklir )
"Fasilitas nuklir adalah investasi buruk karena Rusia hanya akan membiayai reaktor pertama di fasilitas dan pemerintah Turki harus mengamankan pembiayaan untuk tiga reaktor lainnya," ujarnya.
Spacapan juga menambahkan bahwa dari sudut pandang pasar, gas alam dan energi terbarukan mengalahkan nuklir, dan membawa kesepakatan pengeboran gas alam yang disepakati Turki dengan Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya tahun lalu.
“Yang mengkhawatirkan adalah Turki dapat mengeksploitasi pembangkit nuklir sebagai kedok untuk mendapatkan teknologi dan perangkat keras yang terkait dengan bom. Transfer teknologi sudah terjadi. Sejak proyek Akkuyu dimulai, mahasiswa teknik Turki telah menjadi kelompok nasional terbesar kedua yang mempelajari ilmu nuklir di Rusia, tempat ratusan ilmuwan Iran dan Korea Utara datang sebelum mereka," paparnya, seperti dikutip Al Arabiya, Sabtu (11/7/2020).
Lihat Juga :