Zelensky: Ukraina adalah Satu-satunya yang Membayar Harga Konflik
Jum'at, 16 Desember 2022 - 15:10 WIB
Zelensky telah menerima lebih dari USD40 miliar bantuan, baik militer maupun keuangan, dari AS saja tahun ini.
AS dan sekutunya telah berjanji mendukung Zelensky "selama yang diperlukan" bagi Rusia untuk kalah, sambil bersikeras mereka bukan pihak dalam konflik tersebut.
Moskow menuduh Barat secara sinis memperpanjang konflik dan melakukan perang proksi "ke orang Ukraina terakhir".
Menurut Zelensky, pertempuran hanya akan berakhir ketika seluruh dunia berpihak pada Ukraina dan memaksa Rusia mundur ke perbatasan tahun 1991, serta membayar ganti rugi "untuk beberapa generasi".
Dia juga ingin melihat perubahan rezim di Moskow oleh "orang Rusia yang baik", tetapi setelah 24 Februari "semua orang bersalah".
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.
Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia sama sekali tidak beralasan.
AS dan sekutunya telah berjanji mendukung Zelensky "selama yang diperlukan" bagi Rusia untuk kalah, sambil bersikeras mereka bukan pihak dalam konflik tersebut.
Moskow menuduh Barat secara sinis memperpanjang konflik dan melakukan perang proksi "ke orang Ukraina terakhir".
Menurut Zelensky, pertempuran hanya akan berakhir ketika seluruh dunia berpihak pada Ukraina dan memaksa Rusia mundur ke perbatasan tahun 1991, serta membayar ganti rugi "untuk beberapa generasi".
Dia juga ingin melihat perubahan rezim di Moskow oleh "orang Rusia yang baik", tetapi setelah 24 Februari "semua orang bersalah".
Rusia mengirim pasukan ke Ukraina pada akhir Februari, mengutip kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian Minsk, yang dirancang untuk memberikan status khusus wilayah Donetsk dan Luhansk di dalam negara Ukraina.
Kremlin mengakui republik Donbass sebagai negara merdeka dan menuntut agar Ukraina secara resmi menyatakan dirinya sebagai negara netral yang tidak akan pernah bergabung dengan blok militer Barat mana pun. Kiev menegaskan serangan Rusia sama sekali tidak beralasan.
(sya)
Lihat Juga :