Rusia: AS dan NATO Berperan Langsung dalam Perang Ukraina
Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:57 WIB
Negara-negara Barat diketahui telah mempersenjatai dan melatih pasukan Kiev untuk membantunya merebut kembali tanahnya yang dicaplok Rusia.
Rusia, yang mendominasi Ukraina sebelum Uni Soviet bubar pada 1991, menyebut intervensinya di negara tetangganya sebagai "operasi militer khusus" untuk menjaga keamanan Moskow.
Lavrov menyampaikan omelan anti-Baratnya saat invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki bulan kesepuluh, di mana pertempuran berkecamuk di wilayah timur. Sementara itu, para pejabat di beberapa wilayah Ukraina masih berjuang untuk memulihkan listrik yang padam akibat serangan besar-besaran Rusia.
Lavrov menuduh Barat mencoba menggunakan konflik Ukraina untuk menghancurkan Rusia. "Bicara tentang Barat yang tertarik pada semacam penyelesaian damai tidak membuat kami terkesan," katanya.
"Barat telah mengumumkan secara terbuka bahwa mereka tidak hanya ingin Rusia dikalahkan di medan perang. Dikatakan bahwa Rusia harus dihancurkan sebagai pemain sama sekali. Dan beberapa bahkan mengadakan konferensi khusus berspekulasi tentang berapa banyak bagian untuk membagi Rusia dan siapa yang akan memimpin bagian mana," imbuh Lavrov.
Komentarnya tampaknya merujuk pada fakta bahwa beberapa politisi Barat mengatakan mereka ingin memastikan Rusia tidak dapat menjadi ancaman bagi negara tetangga di masa depan.
Meskipun Lavrov mengabdikan sebagian besar acara itu untuk mengkritik Barat, dia menjelaskan bahwa Rusia terbuka untuk kemungkinan pembicaraan, baik dengan Ukraina maupun dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Direktur Intelijen Rusia: Negara NATO Bersiap Caplok Wilayah Ukraina
Rusia, yang mendominasi Ukraina sebelum Uni Soviet bubar pada 1991, menyebut intervensinya di negara tetangganya sebagai "operasi militer khusus" untuk menjaga keamanan Moskow.
Lavrov menyampaikan omelan anti-Baratnya saat invasi Rusia ke Ukraina telah memasuki bulan kesepuluh, di mana pertempuran berkecamuk di wilayah timur. Sementara itu, para pejabat di beberapa wilayah Ukraina masih berjuang untuk memulihkan listrik yang padam akibat serangan besar-besaran Rusia.
Lavrov menuduh Barat mencoba menggunakan konflik Ukraina untuk menghancurkan Rusia. "Bicara tentang Barat yang tertarik pada semacam penyelesaian damai tidak membuat kami terkesan," katanya.
"Barat telah mengumumkan secara terbuka bahwa mereka tidak hanya ingin Rusia dikalahkan di medan perang. Dikatakan bahwa Rusia harus dihancurkan sebagai pemain sama sekali. Dan beberapa bahkan mengadakan konferensi khusus berspekulasi tentang berapa banyak bagian untuk membagi Rusia dan siapa yang akan memimpin bagian mana," imbuh Lavrov.
Komentarnya tampaknya merujuk pada fakta bahwa beberapa politisi Barat mengatakan mereka ingin memastikan Rusia tidak dapat menjadi ancaman bagi negara tetangga di masa depan.
Meskipun Lavrov mengabdikan sebagian besar acara itu untuk mengkritik Barat, dia menjelaskan bahwa Rusia terbuka untuk kemungkinan pembicaraan, baik dengan Ukraina maupun dengan Amerika Serikat.
Baca juga: Direktur Intelijen Rusia: Negara NATO Bersiap Caplok Wilayah Ukraina
Lihat Juga :