Arab Saudi Pancung Warga Nepal, Kathmandu Protes
Kamis, 03 November 2022 - 08:18 WIB
Baca juga: Arab Saudi Dicibir Rayakan Halloween tapi Larang Maulid Nabi, Benarkah?
Di Arab Saudi, pelaksanaan eksekusi pancung terhadap terpidana mati biasanya dilakukan dengan pedang. Kadang-kadang, jasad terpidana disalibkan setelah dipancung, tetapi, menurut berbagai sumber, dalam kasus Dahal, otoritas Saudi mengubur jasadnya.
Setelah Kedutaan Besar Nepal di Riyadh mengomunikasikan masalah ini kepada Menteri Luar Negeri Narayan Khadka, Kementerian Luar Negeri memutuskan untuk memanggil Duta Besar Arab Saudi di Kathmandu, Saad bin Nasser Abu Himed, untuk menyampaikan protes pemerintah.
"Ketika seorang warga negara Nepal dieksekusi di negara asing dengan dalih apa pun, adalah tugas kami untuk mengangkat masalah ini dan mengungkapkan ketidaksenangan kami atas insiden tersebut," kata seorang pejabat kementerian tersebut.
Presiden Nepal Bidya Devi Bhandari sebelumnya telah meminta Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk memberikan grasi kerajaan kepada Dahal.
Menteri Luar Negeri Narayan Khadka juga telah mengajukan permintaan serupa kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Fahran Al Saud selama kunjungannya ke Nepal pada bulan Maret. Namun, semua upaya itu tidak berhasil.
Di Arab Saudi, pelaksanaan eksekusi pancung terhadap terpidana mati biasanya dilakukan dengan pedang. Kadang-kadang, jasad terpidana disalibkan setelah dipancung, tetapi, menurut berbagai sumber, dalam kasus Dahal, otoritas Saudi mengubur jasadnya.
Setelah Kedutaan Besar Nepal di Riyadh mengomunikasikan masalah ini kepada Menteri Luar Negeri Narayan Khadka, Kementerian Luar Negeri memutuskan untuk memanggil Duta Besar Arab Saudi di Kathmandu, Saad bin Nasser Abu Himed, untuk menyampaikan protes pemerintah.
"Ketika seorang warga negara Nepal dieksekusi di negara asing dengan dalih apa pun, adalah tugas kami untuk mengangkat masalah ini dan mengungkapkan ketidaksenangan kami atas insiden tersebut," kata seorang pejabat kementerian tersebut.
Presiden Nepal Bidya Devi Bhandari sebelumnya telah meminta Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud untuk memberikan grasi kerajaan kepada Dahal.
Menteri Luar Negeri Narayan Khadka juga telah mengajukan permintaan serupa kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Fahran Al Saud selama kunjungannya ke Nepal pada bulan Maret. Namun, semua upaya itu tidak berhasil.
Lihat Juga :