Hampir Separuh Warga Australia Dukung Intervensi Militer Bela Taiwan
Selasa, 25 Oktober 2022 - 13:56 WIB
Tentara wanita dari unit artileri mengambil bagian dalam latihan militer Han Kuang, yang mensimulasikan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) menyerang pulau itu, di Pingtung, Taiwan, 30 Mei 2019. Foto/REUTERS/Tyrone Siu
CANBERRA - Hampir setengah dari warga Australia yang disurvei mengatakan mereka akan mendukung pengiriman pasukan militer untuk "membela Taiwan" jika terjadi serangan China.
Hasil survei terbaru itu dilaporkan The Guardian. “Dari 1.068 warga Australia yang ditanya, 46% mengatakan mereka setuju atau sangat setuju bahwa negara mereka harus mengerahkan pasukan untuk membantu Amerika Serikat mempertahankan Taiwan," ungkap laporan tersebut pada Senin (24/10/2022).
Survei itu dilakukan oleh Pusat Studi Amerika Serikat (AS) di Universitas Sydney. Hasil lengkap akan dirilis pada Rabu.
Baca juga: 22 Negara Ajukan Permintaan Resmi Beli Drone Militer Iran
Sekitar seperempat responden mengatakan mereka tidak setuju dengan gagasan itu. “9% di antaranya mengatakan mereka sangat menentang intervensi militer, hanya setengah persentase dari mereka yang sangat mendukungnya,” papar laporan itu.
Jajak pendapat menunjukkan dukungan yang lebih antusias untuk kebijakan semacam itu di antara warga Australia daripada di antara warga Amerika Serikat atau Jepang.
Hasil survei terbaru itu dilaporkan The Guardian. “Dari 1.068 warga Australia yang ditanya, 46% mengatakan mereka setuju atau sangat setuju bahwa negara mereka harus mengerahkan pasukan untuk membantu Amerika Serikat mempertahankan Taiwan," ungkap laporan tersebut pada Senin (24/10/2022).
Survei itu dilakukan oleh Pusat Studi Amerika Serikat (AS) di Universitas Sydney. Hasil lengkap akan dirilis pada Rabu.
Baca juga: 22 Negara Ajukan Permintaan Resmi Beli Drone Militer Iran
Sekitar seperempat responden mengatakan mereka tidak setuju dengan gagasan itu. “9% di antaranya mengatakan mereka sangat menentang intervensi militer, hanya setengah persentase dari mereka yang sangat mendukungnya,” papar laporan itu.
Jajak pendapat menunjukkan dukungan yang lebih antusias untuk kebijakan semacam itu di antara warga Australia daripada di antara warga Amerika Serikat atau Jepang.
Lihat Juga :