Profil Oei Tiong Ham, Konglomerat Pertama di Asia Tenggara yang Dijuluki Manusia 200 Juta Gulden

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 20:19 WIB
Sejumlah surat kabar seperti Nieuws van den Dag di Batavia, Soerabaiasch Handelsblad, De Locomotief di Semarang, hingga Java Bode pernah mencatatkan Oei Tiong Ham sebagai The Richest Man between Shanghai and Australia.

Saat pemerintah Kolonial Belanda memintanya membayar pajak ganda, Oei Tiong Ham menolaknya dan memilih pergi ke Singapura.

Di sana, dia dikenal sebagai juragan tanah, karena memiliki lahan hampir mencapai seperempat luas wilayah Singapura sendiri.

Selama kehidupannya di Singapura, dia sempat mendirikan Bank Vereeniging Oei Tiong Ham. Pasca perang dunia pertama berakhir, modal yang terhitung dari lima pabrik gulanya diperkirakan mencapai 40 juta gulden.

Seiring kesuksesan Kian Gwan, kekayaan yang dimiliki Oei Tiong Ham ditaksir mencapai angka 200 juta gulden. Dengan kekayaan sebesar itu, dia dijuluki sebagai manusia 200 juta gulden.

Sepanjang hidupnya, Oei Tiong Ham memiliki delapan istri dan sekitar 26 orang anak. Sebelum meninggal dunia, semua harta kekayaannya diberikan kepada anak-anaknya melalui surat wasiat yang ditulisnya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!