Pasukan Ukraina Klaim Telah Bebaskah Lebih dari 1.600 Permukiman Sipil
Minggu, 16 Oktober 2022 - 23:05 WIB
Rusia memulai “operasi militer khusus” di Ukraina pada bulan Februari, yang selain menimbulkan korban jiwa telah membuat jutaan orang mengungsi dan mempengaruhi ekonomi global.
Pasukan Kiev membuat kemajuan dalam beberapa pekan terakhir, sementara Moskow memanggil lebih banyak pasukan cadangan dan mencaplok empat wilayah Ukraina menyusul referendum "palsu".
Minggu ini, pasukan Rusia meluncurkan serangan rudal baru di Ukraina, menyusul serangan terhadap jembatan strategis yang menghubungkan Rusia ke Krimea, yang dianeksasi secara ilegal pada tahun 2014, menarik kecaman internasional yang luas.
Baca: AS Bantu Senjata Lagi ke Ukraina Senilai Rp11,2 Triliun, Sebut Rusia Kejam
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, serangan terbaru itu sebagai tanggapan atas ledakan di Jembatan Kerch, dan "serangan teroris" lainnya yang dilakukan oleh intelijen Ukraina.
Pasukan Kiev membuat kemajuan dalam beberapa pekan terakhir, sementara Moskow memanggil lebih banyak pasukan cadangan dan mencaplok empat wilayah Ukraina menyusul referendum "palsu".
Minggu ini, pasukan Rusia meluncurkan serangan rudal baru di Ukraina, menyusul serangan terhadap jembatan strategis yang menghubungkan Rusia ke Krimea, yang dianeksasi secara ilegal pada tahun 2014, menarik kecaman internasional yang luas.
Baca: AS Bantu Senjata Lagi ke Ukraina Senilai Rp11,2 Triliun, Sebut Rusia Kejam
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, serangan terbaru itu sebagai tanggapan atas ledakan di Jembatan Kerch, dan "serangan teroris" lainnya yang dilakukan oleh intelijen Ukraina.
Lihat Juga :