Wanita Muda Iran Koma setelah Ditangkap Polisi Moral karena Tak Berjilbab

Jum'at, 16 September 2022 - 14:25 WIB
“Penindasan sistematis terhadap wanita Iran dengan dalih menegakkan jilbab oleh patroli pemandu dan kepolisian adalah kejahatan," ujarnya.

Insiden itu terjadi ketika kontroversi tumbuh--baik di dalam maupun di luar Iran--atas pelaksanaan gasht-e ershad atau patroli pemandu, yang memantau dan menegakkan aturan berpakaian di Iran.

Jilbab telah menjadi busana wajib bagi wanita di Iran tak lama setelah revolusi 1979.

Beberapa wanita, didorong oleh juru kampanye HAM Masih Alinejad yang berbasis di Amerika Serikat, telah berusaha untuk memprotes aturan tersebut dengan melepas jilbab mereka di depan umum.

Pada pertengahan Juli, seorang wanita muda Iran, Sepideh Rashno, menghilang pada pertengahan Juli setelah terlibat perselisihan di bus Teheran dengan wanita lain yang menuduhnya melepas jilbab.

Dia ditahan oleh personel Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan muncul di televisi dalam apa yang menurut para aktivis adalah pengakuan paksa.

Dia dibebaskan dengan jaminan pada akhir Agustus setelah sekitar satu setengah bulan berada di balik jeruji besi.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!