Kurikulum Sekolah Iran Serukan Pemberantasan Israel, Sebut AS Setan

Rabu, 14 September 2022 - 00:10 WIB
Masih menurut laporan tersebut, para siswa di Iran diajari untuk tidak mempercayai "orang asing" dan kurikulumnya penuh dengan retorika anti-"orang asing".

“Ada alur dalam buku teks Iran yang menanamkan rasa paranoia pada siswa ketika datang ke 'orang asing'...Kurikulumnya penuh dengan retorika anti-'orang asing'. Siswa diberi latihan di mana mereka harus menyusun strategi untuk melawan rencana asing untuk menggulingkan Islam," imbuh laporan IMPACT-se.

Laporan itu menambahkan, Revolusi Islam Iran 1979 diajarkan sebagai model untuk semua negara. "Dan pemerintah Arab digambarkan tidak sah," sambung laporan itu.

Riset itu menemukan satu buku teks—“Sejarah Iran Kontemporer" Kelas 11—yang sebagian isinya adalah pujian untuk Ikhwanul Muslimin dan pendirinya Hassan al-Banna.

Buku teks itu menggambarkan al-Banna sebagai salah satu para ahli teori era baru dan gelombang Kebangkitan Islam saat ini, bersama dengan mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ruhollah Khomeini.

"Al-Banna menolak peradaban Barat dan bertindak dalam kerangka prinsip-prinsip Islam dan menghidupkan kembali Al-Qur'an dan Sunnah. Ikhwanul Muslimin tidak diragukan lagi adalah gerakan intelektual paling orisinal dalam Kebangkitan Islam Sunni di era saat ini,” bunyi halaman 251 dari buku teks tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!