Pengusaha Rusia Tewas Misterius Bertambah, Terbaru Jatuh ke Laut
Selasa, 13 September 2022 - 14:53 WIB
Ivan Pechorin (39) dilaporkan tewas setelah jatuh ke laut. Foto/New York Post
MOSKOW - Kematian seorang eksekutif energi Rusia selama akhir pekan menambah daftar kematian misterius pengusahanegara itu yang berkuasa sejak sebelum invasi ke Ukraina 24 Februari lalu.
Terbaru adalah Ivan Pechorin (39) seorang direktur pelaksana Korporasi untuk Pengembangan Timur Jauh dan Arktik. Ia dilaporkan jatuh dari kapal dengan kecepatan penuh dan meninggal pada Sabtu di dekat Pulau Russky di Laut Jepang di Primorsky Krai, Rusia, dekat Vladivostock, sekitar 5.800 mil sebelah timur Moskow.
Menurut media Rusia Komsomolskaya Pravda, Pechorin bekerja di bawah Presiden Rusia Vladimir Putin, memodernisasi penerbangan di Rusia timur sambil mengembangkan sumber daya di Kutub Utara mengingat sanksi berat.
Penampilan publik terakhir Pechorin dilaporkan terjadi di Forum Ekonomi Timur, yang diadakan dari 5 hingga 8 September di Vladivostok. The Daily Mail melaporkan bahwa Pechorin berbicara selama sesi yang disebut, "Setiap orang memiliki Rute Sendiri: Logistik Dunia yang Berubah."
Baca: Minta Cabut Sanksi, Taipan Rusia Imingi Ukraina Rp14,8 Triliun
Terbaru adalah Ivan Pechorin (39) seorang direktur pelaksana Korporasi untuk Pengembangan Timur Jauh dan Arktik. Ia dilaporkan jatuh dari kapal dengan kecepatan penuh dan meninggal pada Sabtu di dekat Pulau Russky di Laut Jepang di Primorsky Krai, Rusia, dekat Vladivostock, sekitar 5.800 mil sebelah timur Moskow.
Menurut media Rusia Komsomolskaya Pravda, Pechorin bekerja di bawah Presiden Rusia Vladimir Putin, memodernisasi penerbangan di Rusia timur sambil mengembangkan sumber daya di Kutub Utara mengingat sanksi berat.
Penampilan publik terakhir Pechorin dilaporkan terjadi di Forum Ekonomi Timur, yang diadakan dari 5 hingga 8 September di Vladivostok. The Daily Mail melaporkan bahwa Pechorin berbicara selama sesi yang disebut, "Setiap orang memiliki Rute Sendiri: Logistik Dunia yang Berubah."
Baca: Minta Cabut Sanksi, Taipan Rusia Imingi Ukraina Rp14,8 Triliun
Lihat Juga :