Minta Cabut Sanksi, Taipan Rusia Imingi Ukraina Rp14,8 Triliun

Sabtu, 10 September 2022 - 11:47 WIB
“Bank ingin, sebagai salah satu bank swasta terbesar di Ukraina, menjadi pemain aktif dalam memulihkan ekonomi Ukraina setelah perang,” kata ketua dewan pengawas cabang Alfa di Ukraina, Roman Shpek, kepada media Amerika Serikat tersebut, Jumat (9/9/2022).

Dia menjelaskan dana tersebut dapat digunakan untuk membantu Kiev membangun kembali berbagai bidang-bidang seperti infrastruktur, perawatan kesehatan, serta ketahanan pangan dan energi.

Perusahaan awalnya mengusulkan transfer pada bulan Juni ke Bank Nasional Ukraina, yang persetujuannya akan diperlukan sebelum masalah tersebut dapat diteruskan ke Uni Eropa.

Uni Eropa pada akhirnya akan bertanggung jawab untuk membiarkan dana tersebut meninggalkan Eropa, dan anak perusahaan Alfa Ukraina mengajukan petisi kepada Dewan Eropa atas nama Fridman minggu lalu.

Fridman, yang lahir di kota Lviv di Ukraina barat, mengundurkan diri sebagai direktur perusahaan induk Alfa pada Maret, beberapa hari setelah sanksi dijatuhkan oleh Uni Eropa dan Inggris.

Meskipun dia belum secara pribadi dikenai sanksi oleh Amerika Serikat (AS), Alfa Bank masuk daftar hitam oleh Departemen Keuangan Amerika, yang berarti perusahaan lain harus memutuskan hubungan dengannya atau berisiko terkena sanksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!