Korut Berniat Kirim Pekerja ke Wilayah Ukraina Timur yang Diduduki Rusia
Jum'at, 02 September 2022 - 02:30 WIB
Mempekerjakan pekerja Korut di Donbas jelas akan bertentangan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB yang dikenakan pada Korut atas program nuklir dan misilnya. Rencana ini juga semakin memperumit dorongan internasional pimpinan Amerika Serikat untuk perlucutan senjata nuklirnya.
Banyak ahli meragukan Korut akan mengirim pekerja, sementara perang tetap berlangsung, dengan aliran senjata Barat yang stabil membantu Ukraina untuk melawan pasukan Rusia yang jauh lebih besar.
Baca: Ancaman Meningkat, Presiden Korsel Perintahkan Rencana Perang Korut Diperbarui
Tetapi mereka mengatakan sangat mungkin Korut akan memasok tenaga kerja ke Donbas ketika pertempuran mereda untuk meningkatkan ekonominya sendiri, yang dilanggar oleh sanksi yang dipimpin AS selama bertahun-tahun, penutupan perbatasan akibat pandemi, dan salah urus selama beberapa dekade.
Ekspor tenaga kerja juga akan berkontribusi pada strategi jangka panjang Korut untuk memperkuat kerja sama dengan Rusia dan China, sekutu ideologis lainnya, dalam kemitraan baru yang bertujuan mengurangi pengaruh AS di Asia.
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin mengatakan, bahwa perusahaan konstruksi Korut telah menawarkan untuk membantu membangun kembali daerah yang dilanda perang di Donbas, dan bahwa pekerja Korut akan disambut jika mereka datang.
Banyak ahli meragukan Korut akan mengirim pekerja, sementara perang tetap berlangsung, dengan aliran senjata Barat yang stabil membantu Ukraina untuk melawan pasukan Rusia yang jauh lebih besar.
Baca: Ancaman Meningkat, Presiden Korsel Perintahkan Rencana Perang Korut Diperbarui
Tetapi mereka mengatakan sangat mungkin Korut akan memasok tenaga kerja ke Donbas ketika pertempuran mereda untuk meningkatkan ekonominya sendiri, yang dilanggar oleh sanksi yang dipimpin AS selama bertahun-tahun, penutupan perbatasan akibat pandemi, dan salah urus selama beberapa dekade.
Ekspor tenaga kerja juga akan berkontribusi pada strategi jangka panjang Korut untuk memperkuat kerja sama dengan Rusia dan China, sekutu ideologis lainnya, dalam kemitraan baru yang bertujuan mengurangi pengaruh AS di Asia.
Wakil Perdana Menteri Rusia Marat Khusnullin mengatakan, bahwa perusahaan konstruksi Korut telah menawarkan untuk membantu membangun kembali daerah yang dilanda perang di Donbas, dan bahwa pekerja Korut akan disambut jika mereka datang.
Lihat Juga :