Buntut Pengusiran Dubes, Uni Eropa Kutuk Maduro
Rabu, 01 Juli 2020 - 07:33 WIB
Sementara UE berada di antara pihak-pihak Barat yang mendorong pemilihan presiden Venezuela yang baru, perselisihan tersebut kemungkinan akan membuat solusi diplomatik yang dinegosiasikan untuk krisis Venezuela lebih sulit. UE menegaskan kembali pada hari Selasa bahwa jalan keluar harus didasarkan pada pemilu yang kredibel.
UE awal bulan ini mengatakan keputusan Mahkamah Agung negara Amerika Selatan pada Mei untuk meratifikasi sekutu Maduro sebagai presiden Majelis Nasional atau parlemen Venezuela tidak sah.
UE yakin pemimpin oposisi Juan Guaido adalah presiden parlemen yang sah setelah ia terpilih oleh mayoritas anggota pada Januari lalu, bukan Luis Parra yang disetujui Mahkamah Agung Venezuela.
Parra termasuk di antara yang disebutkan dalam sanksi terbaru UE, bersama dengan Franklyn Duarte dan Jose Gregorio Noriega, yang ditunjuk sebagai wakil presiden parlemen dalam putusan pengadilan Venezuela bulan Mei lalu.
UE mengatakan daftar baru itu membuat jumlah pejabat Venezuela di bawah larangan perjalanan dan pembekuan aset menjadi 36.
UE awal bulan ini mengatakan keputusan Mahkamah Agung negara Amerika Selatan pada Mei untuk meratifikasi sekutu Maduro sebagai presiden Majelis Nasional atau parlemen Venezuela tidak sah.
UE yakin pemimpin oposisi Juan Guaido adalah presiden parlemen yang sah setelah ia terpilih oleh mayoritas anggota pada Januari lalu, bukan Luis Parra yang disetujui Mahkamah Agung Venezuela.
Parra termasuk di antara yang disebutkan dalam sanksi terbaru UE, bersama dengan Franklyn Duarte dan Jose Gregorio Noriega, yang ditunjuk sebagai wakil presiden parlemen dalam putusan pengadilan Venezuela bulan Mei lalu.
UE mengatakan daftar baru itu membuat jumlah pejabat Venezuela di bawah larangan perjalanan dan pembekuan aset menjadi 36.
(ber)
Lihat Juga :