Pengeran Arab Saudi Mohammed bin Salman Sambut Ulama Syiah Irak di Riyadh
Sabtu, 20 Agustus 2022 - 07:35 WIB
Irak telah berada dalam kebuntuan politik selama sembilan bulan setelah pemilu Oktober lalu, yang sejak itu gagal menyepakati pemerintahan baru antara partai-partai yang bersaing.
Arab Saudi dipandang sebagai kekuatan kubu Muslim Sunni di Timur Tengah. Sedangkan Iran dipandang mewakili kekuatan kubu Muslim Syiah. Kedua negara ini putus hubungan diplomatik setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr beberapa tahun lalu.
Sedangkan Irak masih menjadi rebutan di antara faksi politik Sunni dan Syiah. Negara ini pernah dipimpin Presiden Saddam Hussein dari kubu Sunni. Sejak Hussein digulingkan oleh invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kekacauan mulai terjadi di Irak hingga sekarang.
Arab Saudi dipandang sebagai kekuatan kubu Muslim Sunni di Timur Tengah. Sedangkan Iran dipandang mewakili kekuatan kubu Muslim Syiah. Kedua negara ini putus hubungan diplomatik setelah Riyadh mengeksekusi ulama Syiah Nimr al-Nimr beberapa tahun lalu.
Sedangkan Irak masih menjadi rebutan di antara faksi politik Sunni dan Syiah. Negara ini pernah dipimpin Presiden Saddam Hussein dari kubu Sunni. Sejak Hussein digulingkan oleh invasi Amerika Serikat dan sekutunya, kekacauan mulai terjadi di Irak hingga sekarang.
(min)
Lihat Juga :