Ukraina: Tidak Ada Larangan Menyerang Crimea
Kamis, 18 Agustus 2022 - 16:40 WIB
“Kami memiliki kesepakatan dengan AS bahwa kami tidak akan menggunakan senjata yang disediakan oleh AS dan mitranya di wilayah Federasi Rusia. Tetapi jika kita membahas de-okupasi tanah Ukraina di mana musuh sekarang, tidak ada batasan seperti itu,” katanya, setelah ditanya tentang kemungkinan serangan terhadap Crimea seperti dikutip dari Russia Today, Kamis (18/8/2022).
Menteri Ukraina itu menyatakan bahwa faktor pembatas dalam serangan semacam itu adalah jangkauan senjata yang diterimanya dari sekutu asing. Dalam wawancara yang sama, ia menyatakan harapan bahwa Ukraina akan segera menerima rudal balistik taktis MGM-140 ATACMS.
Proyektil buatan Lockheed Martin itu dapat ditembakkan oleh sistem roket M142 HIMARS dan M270 MLRS, yang sudah dimiliki Ukraina, dan memiliki jangkauan hingga 300 km, jauh lebih jauh dari jenis amunisi yang disediakan oleh AS sejauh ini.
Baca juga: Gudang Amunisi Rusia di Crimea Meledak, Tanda Ukraina Terus Melawan
Crimea memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta bersenjata 2014 di Kiev, yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. Rakyat Crimea sangat banyak memberikan suara dalam sebuah referendum untuk bergabung dengan Rusia, yang menerima tawaran itu dan mengabadikan status baru semenanjung itu dalam konstitusinya.
Menteri Ukraina itu menyatakan bahwa faktor pembatas dalam serangan semacam itu adalah jangkauan senjata yang diterimanya dari sekutu asing. Dalam wawancara yang sama, ia menyatakan harapan bahwa Ukraina akan segera menerima rudal balistik taktis MGM-140 ATACMS.
Proyektil buatan Lockheed Martin itu dapat ditembakkan oleh sistem roket M142 HIMARS dan M270 MLRS, yang sudah dimiliki Ukraina, dan memiliki jangkauan hingga 300 km, jauh lebih jauh dari jenis amunisi yang disediakan oleh AS sejauh ini.
Baca juga: Gudang Amunisi Rusia di Crimea Meledak, Tanda Ukraina Terus Melawan
Crimea memisahkan diri dari Ukraina setelah kudeta bersenjata 2014 di Kiev, yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis. Rakyat Crimea sangat banyak memberikan suara dalam sebuah referendum untuk bergabung dengan Rusia, yang menerima tawaran itu dan mengabadikan status baru semenanjung itu dalam konstitusinya.
Lihat Juga :