Kunjungan Luar Negeri Perdana Marcos, Indonesia Atau Singapura?
Rabu, 17 Agustus 2022 - 16:52 WIB
Indonesia dan Singapura menjadi negara yang bakal disambangi oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr dalam kunjungan perdana ke luar negeri. Foto/global voices
WASHINGTON - Sejalan dengan tradisi mantan presiden Filipina yang mengunjungi negara-negara Asia Tenggara untuk perjalanan luar negeri pertama mereka, Presiden Ferdinand Marcos Jr . ingin mengunjungi Indonesia atau Singapura . Itu dilakukannya sebelum berkunjung ke negara lain, termasuk Amerika Serikat (AS) dan China.
Dalam wawancara dengan ABS-CBN Teleradyo, Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat Jose Manuel "Babe" Romualdez mengatakan bahwa Marcos berencana untuk mengunjungi Indonesia sebelum kemungkinan perjalanannya ke New York untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"(Marcos) mengusulkan untuk mengunjungi Indonesia terlebih dahulu. Presiden sedang melihat jadwalnya untuk melihat ke mana dia bisa pergi dulu tapi pasti, itu akan dilakukan sebelum dia pergi ke New York," ujarnya seperti dikutip dari Yahoo, Rabu (17/8/2022).
Lebih jauh, utusan yang juga kerabat Marcos itu mengatakan, Singapura juga sedang dipertimbangkan karena telah mengundang Marcos untuk melakukan kunjungan kenegaraan.
Dia menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri Filipina sudah memperbaiki jadwal Marcos.
Dalam wawancara dengan ABS-CBN Teleradyo, Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat Jose Manuel "Babe" Romualdez mengatakan bahwa Marcos berencana untuk mengunjungi Indonesia sebelum kemungkinan perjalanannya ke New York untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
"(Marcos) mengusulkan untuk mengunjungi Indonesia terlebih dahulu. Presiden sedang melihat jadwalnya untuk melihat ke mana dia bisa pergi dulu tapi pasti, itu akan dilakukan sebelum dia pergi ke New York," ujarnya seperti dikutip dari Yahoo, Rabu (17/8/2022).
Lebih jauh, utusan yang juga kerabat Marcos itu mengatakan, Singapura juga sedang dipertimbangkan karena telah mengundang Marcos untuk melakukan kunjungan kenegaraan.
Dia menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri Filipina sudah memperbaiki jadwal Marcos.
Lihat Juga :