Ikuti Jejak Boris Johnson, Liz Trus Berjanji Jadi Teman Terbaik Ukraina
Jum'at, 29 Juli 2022 - 10:42 WIB
"Konflik ini dalam keseimbangan, dan sekarang bukan waktunya untuk bersuara tentang konsesi dan kompromi kepada seorang diktator yang mengerikan. Saya adalah kandidat yang dapat dipercaya rakyat Inggris di Ukraina, dan yang dapat mereka percayai untuk mempertahankan kebebasan kita di dalam dan luar negeri," imbuhnya seperti dikutip dari US News, Jumat (29/7/2022).
Boris Johnson, yang terpaksa mengumumkan pengunduran dirinya awal bulan ini setelah terjadi pemberontakan di Partai Konservatifnya atas serangkaian skandal, telah menjadi pendukung vokal Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari. Dia telah melakukan perjalanan dua kali ke Ibu KotaKiev untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Truss bersaing untuk menjadi perdana menteri baru Inggris dengan mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dalam kontes kepemimpinan yang telah ditandai dengan perselisihan mengenai waktu pemotongan pajak serta serangan yang lebih pribadi.
Baca juga: PM Inggris yang Dililit Skandal Berlatih dengan Pasukan Ukraina
Truss memimpin dalam jajak pendapat di antara anggota Partai Konservatif, yang pada akhirnya akan memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya setelah berminggu-minggu pemungutan suara pada 5 September.
Boris Johnson, yang terpaksa mengumumkan pengunduran dirinya awal bulan ini setelah terjadi pemberontakan di Partai Konservatifnya atas serangkaian skandal, telah menjadi pendukung vokal Ukraina sejak invasi Rusia pada Februari. Dia telah melakukan perjalanan dua kali ke Ibu KotaKiev untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Truss bersaing untuk menjadi perdana menteri baru Inggris dengan mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak dalam kontes kepemimpinan yang telah ditandai dengan perselisihan mengenai waktu pemotongan pajak serta serangan yang lebih pribadi.
Baca juga: PM Inggris yang Dililit Skandal Berlatih dengan Pasukan Ukraina
Truss memimpin dalam jajak pendapat di antara anggota Partai Konservatif, yang pada akhirnya akan memutuskan siapa yang akan menjadi perdana menteri Inggris berikutnya setelah berminggu-minggu pemungutan suara pada 5 September.
(ian)
Lihat Juga :