Polisi Serang Markas Penjahat Tewaskan 18 Orang, Saksi Sebut Pembantaian
Jum'at, 22 Juli 2022 - 08:32 WIB
"Ini adalah pembantaian di dalam, yang disebut polisi sebagai operasi," kata seorang wanita kepada kantor berita The Associated Press (AP), yang berbicara dengan syarat anonim karena dia takut akan pembalasan dari pihak berwenang.
“Mereka tidak mengizinkan kami membantu [korban],” ujarnya, menambahkan bahwa dia melihat seorang pria ditangkap karena mencoba melakukannya.
Polisi militer dalam pernyataan sebelumnya mengatakan tim taktis dari polisi sipil dan militer Rio de Janeiro menggerebek favela untuk menjatuhkan kelompok yang diduga terlibat dalam pencurian kargo dan perampokan bank, dan yang menyerbu lingkungan terdekat.
Disebutkan sekitar 400 petugas terlibat, dengan dukungan dari empat pesawat dan 10 kendaraan lapis baja.
Penggerebekan hari Kamis adalah operasi polisi fatal terbaru di favela Rio de Janeiro, yang telah memicu kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia (HAM) selama bertahun-tahun.
Pada Mei tahun lalu, lebih dari dua lusin orang tewas dalam serangan di favela Jacarezinho di kota itu, yang memicu kemarahan dan protes di antara penduduk dan mendorong seruan untuk pertanggungjawaban dari para pembela HAM dan pengamat internasional.
Namun Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah membela taktik polisi dalam memerangi kejahatan terorganisir, dengan mengatakan sebelumnya bahwa gangster harus "mati seperti kecoak".
“Mereka tidak mengizinkan kami membantu [korban],” ujarnya, menambahkan bahwa dia melihat seorang pria ditangkap karena mencoba melakukannya.
Polisi militer dalam pernyataan sebelumnya mengatakan tim taktis dari polisi sipil dan militer Rio de Janeiro menggerebek favela untuk menjatuhkan kelompok yang diduga terlibat dalam pencurian kargo dan perampokan bank, dan yang menyerbu lingkungan terdekat.
Disebutkan sekitar 400 petugas terlibat, dengan dukungan dari empat pesawat dan 10 kendaraan lapis baja.
Penggerebekan hari Kamis adalah operasi polisi fatal terbaru di favela Rio de Janeiro, yang telah memicu kekhawatiran dari kelompok hak asasi manusia (HAM) selama bertahun-tahun.
Pada Mei tahun lalu, lebih dari dua lusin orang tewas dalam serangan di favela Jacarezinho di kota itu, yang memicu kemarahan dan protes di antara penduduk dan mendorong seruan untuk pertanggungjawaban dari para pembela HAM dan pengamat internasional.
Namun Presiden Brasil Jair Bolsonaro telah membela taktik polisi dalam memerangi kejahatan terorganisir, dengan mengatakan sebelumnya bahwa gangster harus "mati seperti kecoak".
Lihat Juga :