Negara-negara dengan Perdagangan Manusia Terbanyak di Dunia
Kamis, 21 Juli 2022 - 06:01 WIB
Global Slavery Index 2018 menyebutkan, terdapat 3.864.000 korban perbudakan di China. Prevalensinya, 2,8 per 1.000 penduduk.
Melihat dari Laporan Perdagangan Manusia di China (2021), praktik perdagangan manusia yang terjadi di China biasanya berupa eksploitasi warga asing maupun warga asli China yang dilakukan di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, China rupanya juga dijadikan sebagai tempat transit bagi para pedagang untuk menjadikan warga asing sebagai sasaran perdagangan manusia ke negara lain.
Sindikat kejahatan ini telah terorganisir dengan baik dimana beberapa dari mereka memanfaatkan kondisi dari korban.
Biasanya korban merupakan warga dari daerah perdesaan dan kemudian diberikan tawaran palsu untuk bekerja di kota. Setelah korban tertarik, mereka akan memaksa mereka untuk menjadi pekerja seks.
3. Pakistan
Menurut Global Slavery Index 2018, negara yang terletak di Asia Selatan ini memiliki prevalensi perbudakan modern sebesar 16,8 per 1.000 penduduk dan terdapat 3.186.000 orang tercatat sebagai korbannya.
Berdasarkan Laporan Perdagangan Manusia di Pakistan pada tahun 2021, pemerintah Pakistan dinilai belum memenuhi standar minimum untuk menghapus perdagangan manusia.
Selain itu, penegakan hukum yang tidak efektif serta adanya pejabat lokal yang ditemukan sebagai pelaku memperburuk perbudakan modern di Pakistan.
4. Korea Utara
Korea Utara dikenal sebagai negara yang tertutup. Di balik itu, negara ini memiliki tingkat prevalensi perbudakan modern sebesar 104,6 per 1.000 penduduk dan terdapat 2.640.000 orang yang tercatat sebagai korbannya, berdasarkan data Global Slavery Index 2018.
Tercatat dalam Laporan Tahun 2021 Perdagangan Manusia di Korea Utara, kerja paksa merupakan bagian dari sistem politik dan pilar ekonomi di Korea Utara.
Perempuan, anak-anak, serta mahasiswa yang tidak mampu dinilai rentan menjadi korban perdagangan manusia.
Sejumlah warga negara Korea Utara memilih untuk melarikan diri dari negaranya akibat rentannya praktik perdagangan manusia.
5. Nigeria
Melihat dari Laporan Perdagangan Manusia di China (2021), praktik perdagangan manusia yang terjadi di China biasanya berupa eksploitasi warga asing maupun warga asli China yang dilakukan di dalam maupun luar negeri.
Selain itu, China rupanya juga dijadikan sebagai tempat transit bagi para pedagang untuk menjadikan warga asing sebagai sasaran perdagangan manusia ke negara lain.
Sindikat kejahatan ini telah terorganisir dengan baik dimana beberapa dari mereka memanfaatkan kondisi dari korban.
Biasanya korban merupakan warga dari daerah perdesaan dan kemudian diberikan tawaran palsu untuk bekerja di kota. Setelah korban tertarik, mereka akan memaksa mereka untuk menjadi pekerja seks.
3. Pakistan
Menurut Global Slavery Index 2018, negara yang terletak di Asia Selatan ini memiliki prevalensi perbudakan modern sebesar 16,8 per 1.000 penduduk dan terdapat 3.186.000 orang tercatat sebagai korbannya.
Berdasarkan Laporan Perdagangan Manusia di Pakistan pada tahun 2021, pemerintah Pakistan dinilai belum memenuhi standar minimum untuk menghapus perdagangan manusia.
Selain itu, penegakan hukum yang tidak efektif serta adanya pejabat lokal yang ditemukan sebagai pelaku memperburuk perbudakan modern di Pakistan.
4. Korea Utara
Korea Utara dikenal sebagai negara yang tertutup. Di balik itu, negara ini memiliki tingkat prevalensi perbudakan modern sebesar 104,6 per 1.000 penduduk dan terdapat 2.640.000 orang yang tercatat sebagai korbannya, berdasarkan data Global Slavery Index 2018.
Tercatat dalam Laporan Tahun 2021 Perdagangan Manusia di Korea Utara, kerja paksa merupakan bagian dari sistem politik dan pilar ekonomi di Korea Utara.
Perempuan, anak-anak, serta mahasiswa yang tidak mampu dinilai rentan menjadi korban perdagangan manusia.
Sejumlah warga negara Korea Utara memilih untuk melarikan diri dari negaranya akibat rentannya praktik perdagangan manusia.
5. Nigeria
Lihat Juga :