Eks Penasihat Reagan: Kirim Nuklir ke Ukraina Akan Ubah Konflik Mengerikan Jadi Malapetaka
Sabtu, 18 Juni 2022 - 07:16 WIB
Menurut Bandow, Ukraina tahu ketika menandatangani Memorandum Budapest 1994 bahwa jaminan keamanannya bergantung pada Dewan Keamanan PBB, di mana Rusia memiliki kursi permanen.
“Peluang Ukraina telah berlalu sejak lama,” katanya. "Mentransfer senjata nuklir ke Kiev saat ini akan berisiko mengubah konflik yang sudah mengerikan menjadi malapetaka sejati," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (18/6/2022).
“Moskow memiliki lebih banyak yang dipertaruhkan, dan karena itu akan selalu bersedia membayar dan mengambil risiko lebih banyak," ujarnya.
"AS tidak mempertaruhkan apa pun yang menjamin risiko penghancuran nuklir Kiev," imbuh Bandow.
Baca juga: Bikin AS Ogah Perang Langsung, Ini Jumlah Total Nuklir Terbaru Rusia
Posisi ini mirip dengan mantan Presiden Barack Obama, yang meskipun Departemen Luar Negerinya mengawasi kudeta kekerasan terhadap pemerintah Ukraina yang terpilih secara demokratis pada tahun 2014, mengatakan bahwa Ukraina adalah kepentingan inti Rusia, dan bukan kepentingan Amerika. "Jadi Rusia akan selalu mampu mempertahankan dominasi eskalasi di sana," kata Obama kala itu.
"Sekarang, jika ada seseorang di kota ini yang akan mengeklaim bahwa kami akan mempertimbangkan untuk berperang dengan Rusia atas Crimea dan Ukraina timur, mereka harus berbicara dan menjelaskannya dengan sangat jelas," lanjut Obama.
“Peluang Ukraina telah berlalu sejak lama,” katanya. "Mentransfer senjata nuklir ke Kiev saat ini akan berisiko mengubah konflik yang sudah mengerikan menjadi malapetaka sejati," paparnya, seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (18/6/2022).
“Moskow memiliki lebih banyak yang dipertaruhkan, dan karena itu akan selalu bersedia membayar dan mengambil risiko lebih banyak," ujarnya.
"AS tidak mempertaruhkan apa pun yang menjamin risiko penghancuran nuklir Kiev," imbuh Bandow.
Baca juga: Bikin AS Ogah Perang Langsung, Ini Jumlah Total Nuklir Terbaru Rusia
Posisi ini mirip dengan mantan Presiden Barack Obama, yang meskipun Departemen Luar Negerinya mengawasi kudeta kekerasan terhadap pemerintah Ukraina yang terpilih secara demokratis pada tahun 2014, mengatakan bahwa Ukraina adalah kepentingan inti Rusia, dan bukan kepentingan Amerika. "Jadi Rusia akan selalu mampu mempertahankan dominasi eskalasi di sana," kata Obama kala itu.
"Sekarang, jika ada seseorang di kota ini yang akan mengeklaim bahwa kami akan mempertimbangkan untuk berperang dengan Rusia atas Crimea dan Ukraina timur, mereka harus berbicara dan menjelaskannya dengan sangat jelas," lanjut Obama.
Lihat Juga :