Profil Raja Terakhir Turki Utsmani, Mehmed Vahiddedin yang Diusir dari Takhta
Senin, 13 Juni 2022 - 17:05 WIB
Baca juga: Negara-negara Liga Arab Ditekan Barat untuk Mengutuk Rusia
Pada 21 Desember 1918, Mehmed VI yang menentang kekuatan nasionalis langsung membubarkan parlemen.
Baca juga: Belum Pernah Terlihat, Foto-foto Hari-hari Awal Kamp Guantanamo Dirilis NYT
Lalu pada 10 Agustus 1920, utusan Mehmed VI menandatangani Perjanjian Sevres. Perjanjian Sevres berisi pengakuan mandat daerah yang diberikan sekaligus mengakui Hejaz sebagai daerah miliknya.
Namun setelah Perjanjian Sevres, kekuasaan Turki Utsmani makin melemah. Kemudian, pemerintah baru Dewan Nasional Tertinggi yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk berdiri pada 23 April 1920. Pemerintahan yang baru ini pun menolak kekuasaan Mehmed VI.
Usai kekalahan Turki Utsmani melawan Yunani, kaum nasionalis pun semakin berkuasa di Turki. Pada 1 November 1922, Dewan Nasional Tertinggi Turki menghapus Kekhalifahan Turki Utsmani.
Pada 21 Desember 1918, Mehmed VI yang menentang kekuatan nasionalis langsung membubarkan parlemen.
Baca juga: Belum Pernah Terlihat, Foto-foto Hari-hari Awal Kamp Guantanamo Dirilis NYT
Lalu pada 10 Agustus 1920, utusan Mehmed VI menandatangani Perjanjian Sevres. Perjanjian Sevres berisi pengakuan mandat daerah yang diberikan sekaligus mengakui Hejaz sebagai daerah miliknya.
Namun setelah Perjanjian Sevres, kekuasaan Turki Utsmani makin melemah. Kemudian, pemerintah baru Dewan Nasional Tertinggi yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk berdiri pada 23 April 1920. Pemerintahan yang baru ini pun menolak kekuasaan Mehmed VI.
Usai kekalahan Turki Utsmani melawan Yunani, kaum nasionalis pun semakin berkuasa di Turki. Pada 1 November 1922, Dewan Nasional Tertinggi Turki menghapus Kekhalifahan Turki Utsmani.
Lihat Juga :