Pasok Senjata Berat, Rusia Peringatkan Risiko Konflik Langsung dengan AS
Rabu, 01 Juni 2022 - 19:43 WIB
Baca juga: Europol Khawatir Senjata Barat di Ukraina Bisa Jatuh ke Tangan Penjahat
“Kami tidak menyediakan senjata apa pun yang akan memungkinkan Ukraina menyerang Rusia dari dalam Ukraina, dan Presiden (Joe) Biden sangat jelas tentang itu,” papar perwakilan AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield tentang pengiriman tersebut.
Dia menjelaskan, “Kami tidak akan menjadi (satu) pihak dalam perang.”
Ryabkov tidak setuju dengan alasannya, mengatakan AS membuat konflik lebih berbahaya.
“Setiap pasokan senjata, yang berlanjut dan meningkat, meningkatkan risiko perkembangan semacam itu,” ujar Ryabkov kepada wartawan, merujuk pada kemungkinan konfrontasi langsung antara Rusia dan AS.
Diplomat itu menambahkan AS selama bertahun-tahun tidak melakukan apa pun untuk mencegah eskalasi ketegangan dengan Rusia terkait Ukraina.
“Itu menghalangi upaya terakhir Moskow menegosiasikan kesepakatan yang mengikat secara hukum yang akan mengatasi kekhawatiran Rusia atas ekspansi NATO di Eropa,” tutur dia.
Dia menambahkan, “Setelah permusuhan terbuka pecah pada bulan Februari, sisa-sisa sikap yang sehat terhadap situasi itu hancur.”
“Kami tidak menyediakan senjata apa pun yang akan memungkinkan Ukraina menyerang Rusia dari dalam Ukraina, dan Presiden (Joe) Biden sangat jelas tentang itu,” papar perwakilan AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield tentang pengiriman tersebut.
Dia menjelaskan, “Kami tidak akan menjadi (satu) pihak dalam perang.”
Ryabkov tidak setuju dengan alasannya, mengatakan AS membuat konflik lebih berbahaya.
“Setiap pasokan senjata, yang berlanjut dan meningkat, meningkatkan risiko perkembangan semacam itu,” ujar Ryabkov kepada wartawan, merujuk pada kemungkinan konfrontasi langsung antara Rusia dan AS.
Diplomat itu menambahkan AS selama bertahun-tahun tidak melakukan apa pun untuk mencegah eskalasi ketegangan dengan Rusia terkait Ukraina.
“Itu menghalangi upaya terakhir Moskow menegosiasikan kesepakatan yang mengikat secara hukum yang akan mengatasi kekhawatiran Rusia atas ekspansi NATO di Eropa,” tutur dia.
Dia menambahkan, “Setelah permusuhan terbuka pecah pada bulan Februari, sisa-sisa sikap yang sehat terhadap situasi itu hancur.”
Lihat Juga :