Jaringan Bawah Tanah Rusia Turun Tangan Bantu Pengungsi Ukraina

Kamis, 12 Mei 2022 - 02:05 WIB
"Sungguh keajaiban kami bisa keluar," kata Goncharov, 26 tahun, yang bekerja sebagai pembangun sebelum perang dan sekarang memulai hidup baru di Swedia. "Ini berkat para sukarelawan," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.

Untuk warga Ukraina terlantar seperti Goncharov yang tidak ingin tetap berada di Rusia atau wilayah yang dikuasai Rusia, para sukarelawan memberikan saran tentang rute perjalanan serta bantuan uang, transportasi, dan akomodasi di sepanjang jalan, menurut sembilan orang yang terlibat dalam aksi tersebut. jaringan longgar atau telah menerima bantuan dari mereka.

Banyak jaringan dijalankan oleh orang Rusia atau orang-orang asal Rusia, menurut empat orang yang terlibat dalam jaringan tersebut. Tiga dari mereka mengatakan sementara sebagian besar sukarelawan berbasis di luar negeri, ada juga beberapa warga negara Rusia yang masih berada di tanah air mereka, dan banyak dari mereka bekerja secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari perhatian otoritas Rusia.

Baca: Pukul Mundur Pasukan Rusia, Ukraina Rebut Kembali Desa-desa Dekat Kharkiv

Ini merupakan salah satu cara orang Rusia biasa yang kecewa dengan kehancuran yang disebabkan oleh perang dapat mengungkapkan perasaan mereka pada saat undang-undang domestik secara efektif membatasi kemampuan orang-orang di Rusia untuk secara terbuka mengkritik militer, kata beberapa orang yang diwawancarai oleh Reuters..
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!