Badan Intelijen Pertahanan AS: Ukraina Sudah Tewaskan 8 hingga 10 Jenderal Rusia
Rabu, 11 Mei 2022 - 05:09 WIB
Bulan lalu, Rusia mempromosikan seorang komandan perang baru untuk mengambil kendali operasi Ukraina ketika Moskow berjuang untuk mencapai tujuannya sejak meluncurkan “operasi militer khusus”.
Pejabat AS, bagaimanapun, mengatakan bahwa perubahan komando tidak menghapus "kegagalan strategis" yang dihadapi Rusia di Ukraina di tengah perlawanan kuat yang dilakukan oleh Kiev dan dukungan yang diterimanya dari AS dan Uni Eropa.
Baca: Pukul Mundur Pasukan Rusia, Ukraina Rebut Kembali Desa-desa Dekat Kharkiv
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin diprediksi tidak akan mengakhiri perang Ukraina dengan kampanye Donbas dan bertekad untuk membangun jembatan darat ke wilayah yang dikuasai Rusia di Moldova. Hal itu diungkapkan Direktur Intelijen Nasional AS, Avril Haines.
Intelijen AS juga memandang semakin besar kemungkinan bahwa Putin akan memobilisasi seluruh negaranya, termasuk memerintahkan darurat militer, dan mengandalkan ketekunannya untuk mengurangi dukungan Barat untuk Ukraina.
Pejabat AS, bagaimanapun, mengatakan bahwa perubahan komando tidak menghapus "kegagalan strategis" yang dihadapi Rusia di Ukraina di tengah perlawanan kuat yang dilakukan oleh Kiev dan dukungan yang diterimanya dari AS dan Uni Eropa.
Baca: Pukul Mundur Pasukan Rusia, Ukraina Rebut Kembali Desa-desa Dekat Kharkiv
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin diprediksi tidak akan mengakhiri perang Ukraina dengan kampanye Donbas dan bertekad untuk membangun jembatan darat ke wilayah yang dikuasai Rusia di Moldova. Hal itu diungkapkan Direktur Intelijen Nasional AS, Avril Haines.
Intelijen AS juga memandang semakin besar kemungkinan bahwa Putin akan memobilisasi seluruh negaranya, termasuk memerintahkan darurat militer, dan mengandalkan ketekunannya untuk mengurangi dukungan Barat untuk Ukraina.
Lihat Juga :