Ukraina Berharap Bisa Lakukan Lebih Banyak Evakuasi dari Pabrik Baja Mariupol
Rabu, 04 Mei 2022 - 13:20 WIB
Seorang pengungsi mengatakan dia pergi tidur di pabrik setiap malam karena takut dia tidak akan bangun. Warga lainnya juga mengaku tak punya pillihan selain bersembunyi di pabrik baja tersebut.
“Anda tidak dapat membayangkan betapa menakutkannya ketika Anda duduk di tempat perlindungan bom, di ruang bawah tanah yang lembab dan basah, dan itu memantul dan bergetar,” kata Elina Tsybulchenko, 54 tahun, seperti dikutip dari AP.
Baca: Putin Setujui Keterlibatan PBB dalam Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol
Pengungsi, beberapa di antaranya menangis, berjalan dari bus ke tenda yang menawarkan makanan, popok, dan koneksi ke dunia luar. Beberapa pengungsi melihat-lihat rak pakaian yang disumbangkan, termasuk pakaian dalam baru.
Berita bagi mereka yang tertinggal lebih suram. Komandan Ukraina mengatakan, pasukan Rusia yang didukung oleh tank mulai menyerbu pabrik yang luas, yang mencakup labirin terowongan dan bunker yang tersebar di 11 kilometer persegi (4 mil persegi).
“Anda tidak dapat membayangkan betapa menakutkannya ketika Anda duduk di tempat perlindungan bom, di ruang bawah tanah yang lembab dan basah, dan itu memantul dan bergetar,” kata Elina Tsybulchenko, 54 tahun, seperti dikutip dari AP.
Baca: Putin Setujui Keterlibatan PBB dalam Evakuasi Warga Sipil dari Mariupol
Pengungsi, beberapa di antaranya menangis, berjalan dari bus ke tenda yang menawarkan makanan, popok, dan koneksi ke dunia luar. Beberapa pengungsi melihat-lihat rak pakaian yang disumbangkan, termasuk pakaian dalam baru.
Berita bagi mereka yang tertinggal lebih suram. Komandan Ukraina mengatakan, pasukan Rusia yang didukung oleh tank mulai menyerbu pabrik yang luas, yang mencakup labirin terowongan dan bunker yang tersebar di 11 kilometer persegi (4 mil persegi).
Lihat Juga :