Terancam AS, China Tingkatkan Persenjataan Nuklir
Senin, 11 April 2022 - 06:59 WIB
Surat kabar itu menduga bahwa fasilitas itu dapat menampung rudal jarak jauh DF-41 baru China, yang mulai beroperasi pada tahun 2020.
Rudal jenis itu, menurut laporan WSJ, dapat membawa hulu ledak nuklir dan mampu mencapai daratan AS.
Laporan WSJ mengeklaim bahwa pemerintah China sejatinya belum melihat perluasan kemampuan senjata nuklirnya sebagai prioritas utama negara itu, mengingat senjata semacam itu tidak banyak nilainya di sebagian besar perang lokal dan konvensional.
Namun, sikap hawkish pemerintahan Trump sebelumnya terhadap China menjadi titik balik yang membuat para pemimpin di Beijing mempertimbangkan kembali pentingnya senjata nuklir.
Menurut sumber yang dikutip dalam laporan WSJ, pihak berwenang China sekarang mencurigai bahwa permainan akhir Washington adalah penggulingan Partai Komunis China (PKC), dan bahwa AS mungkin bersedia mengambil risiko lebih besar untuk menghentikan kebangkitan China.
Selain itu, Beijing dilaporkan khawatir bahwa Washington dapat mengerahkan senjata nuklirnya jika konflik militer pecah di Taiwan.
Seorang sumber anonim mengatakan kepada surat kabar itu bahwa petinggi China menganggap persenjataan nuklir mereka dalam bentuknya saat ini terlalu ketinggalan zaman untuk bertindak sebagai pencegah yang berarti terhadap potensi serangan nuklir Amerika.
Rudal jenis itu, menurut laporan WSJ, dapat membawa hulu ledak nuklir dan mampu mencapai daratan AS.
Laporan WSJ mengeklaim bahwa pemerintah China sejatinya belum melihat perluasan kemampuan senjata nuklirnya sebagai prioritas utama negara itu, mengingat senjata semacam itu tidak banyak nilainya di sebagian besar perang lokal dan konvensional.
Namun, sikap hawkish pemerintahan Trump sebelumnya terhadap China menjadi titik balik yang membuat para pemimpin di Beijing mempertimbangkan kembali pentingnya senjata nuklir.
Menurut sumber yang dikutip dalam laporan WSJ, pihak berwenang China sekarang mencurigai bahwa permainan akhir Washington adalah penggulingan Partai Komunis China (PKC), dan bahwa AS mungkin bersedia mengambil risiko lebih besar untuk menghentikan kebangkitan China.
Selain itu, Beijing dilaporkan khawatir bahwa Washington dapat mengerahkan senjata nuklirnya jika konflik militer pecah di Taiwan.
Seorang sumber anonim mengatakan kepada surat kabar itu bahwa petinggi China menganggap persenjataan nuklir mereka dalam bentuknya saat ini terlalu ketinggalan zaman untuk bertindak sebagai pencegah yang berarti terhadap potensi serangan nuklir Amerika.
Lihat Juga :