Kiev Tuduh Moskow Bawa Paksa Warga Sipil Ukraina ke Rusia
Jum'at, 25 Maret 2022 - 14:10 WIB
Kiev Tuduh Moskow Bawa Paksa Warga Sipil Ukraina ke Rusia. FOTO/Reuters
KIEV - Ukraina menuduh Moskow membawa paksa ratusan ribu warga sipil dari kota-kota Ukraina yang hancur ke Rusia , di mana beberapa dapat digunakan sebagai "sandera" untuk menekan Kiev agar menyerah.
Lyudmyla Denisova, ombudsperson Ukraina, mengatakan, 402.000 orang, termasuk 84.000 anak-anak, telah dibawa ke Rusia. Kremlin memberikan angka yang hampir sama untuk mereka yang telah dipindahkan, tetapi mengatakan mereka ingin pergi ke Rusia.
Baca: NATO: Putin Buat Kesalahan Besar Serang Ukraina
Gubernur Wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko menyatakan, orang-orang dipindahkan secara paksa ke wilayah negara agresor. “Mereka yang dipindahkan oleh pasukan Rusia termasuk seorang wanita berusia 92 tahun di Mariupol yang dipaksa pergi ke Taganrog di Rusia selatan,” ujarnya, seperti dikutip dari AP.
Pejabat Ukraina juga mengatakan bahwa Rusia mengambil paspor orang dan memindahkannya ke “kamp penyaringan” di timur Ukraina yang dikuasai separatis sebelum mengirim mereka ke berbagai daerah yang jauh dan tertekan secara ekonomi di Rusia.
Di antara mereka yang diambil, Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh, adalah 6.000 penduduk Mariupol, kota pelabuhan yang hancur di timur negara itu. Pasukan Moskow menyita dokumen identitas dari 15.000 orang tambahan di bagian Mariupol di bawah kendali Rusia, kata kementerian itu.
Lyudmyla Denisova, ombudsperson Ukraina, mengatakan, 402.000 orang, termasuk 84.000 anak-anak, telah dibawa ke Rusia. Kremlin memberikan angka yang hampir sama untuk mereka yang telah dipindahkan, tetapi mengatakan mereka ingin pergi ke Rusia.
Baca: NATO: Putin Buat Kesalahan Besar Serang Ukraina
Gubernur Wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko menyatakan, orang-orang dipindahkan secara paksa ke wilayah negara agresor. “Mereka yang dipindahkan oleh pasukan Rusia termasuk seorang wanita berusia 92 tahun di Mariupol yang dipaksa pergi ke Taganrog di Rusia selatan,” ujarnya, seperti dikutip dari AP.
Pejabat Ukraina juga mengatakan bahwa Rusia mengambil paspor orang dan memindahkannya ke “kamp penyaringan” di timur Ukraina yang dikuasai separatis sebelum mengirim mereka ke berbagai daerah yang jauh dan tertekan secara ekonomi di Rusia.
Di antara mereka yang diambil, Kementerian Luar Negeri Ukraina menuduh, adalah 6.000 penduduk Mariupol, kota pelabuhan yang hancur di timur negara itu. Pasukan Moskow menyita dokumen identitas dari 15.000 orang tambahan di bagian Mariupol di bawah kendali Rusia, kata kementerian itu.
Lihat Juga :