Besok, Biden Akan Telepon Jinping Bahas Rusia-Ukraina
Kamis, 17 Maret 2022 - 23:07 WIB
Invasi Putin ke Ukraina, yang memasuki minggu keempat, telah menewaskan ratusan warga sipil. Invasi itu telah membuat kota-kota menjadi puing-puing dan memicu krisis kemanusiaan. Serangan Rusia ke wilayah Ukraina juga membuat jutaan orang meninggalkan negara itu.
Baca: Jawab Permintaan Zelensky, Biden Umumkan Bantuan Rp11,4 Triliun
Sementara itu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada minggu ini, bahwa Rusia mengandalkan China untuk membantunya menahan pukulan terhadap ekonominya dari sanksi Barat atas invasi ke Ukraina.
Pejabat Amerika Serikat dan negara-negara lain telah berusaha untuk menekankan dalam beberapa pekan terakhir, bahwa memihak Rusia dapat membawa konsekuensi bagi arus perdagangan dan pengembangan teknologi baru dan dapat membuat China terkena sanksi sekunder.
"Saya pikir pesan ke China saat ini pada dasarnya adalah ada berbagai masa depan untuk hubungan tersebut. Beberapa sangat gelap, beberapa lebih moderat," ungkap Evan Medeiros, seorang spesialis Asia dalam pemerintahan Obama yang sekarang mengajar di Universitas Georgetown.
Baca: Jawab Permintaan Zelensky, Biden Umumkan Bantuan Rp11,4 Triliun
Sementara itu, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan pada minggu ini, bahwa Rusia mengandalkan China untuk membantunya menahan pukulan terhadap ekonominya dari sanksi Barat atas invasi ke Ukraina.
Pejabat Amerika Serikat dan negara-negara lain telah berusaha untuk menekankan dalam beberapa pekan terakhir, bahwa memihak Rusia dapat membawa konsekuensi bagi arus perdagangan dan pengembangan teknologi baru dan dapat membuat China terkena sanksi sekunder.
"Saya pikir pesan ke China saat ini pada dasarnya adalah ada berbagai masa depan untuk hubungan tersebut. Beberapa sangat gelap, beberapa lebih moderat," ungkap Evan Medeiros, seorang spesialis Asia dalam pemerintahan Obama yang sekarang mengajar di Universitas Georgetown.
(esn)
Lihat Juga :